Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Keutamaannya

Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Keutamaannya

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal
Ilustrasi Puasa Syawal (Foto: Khats Cassim/Pexels)
Surabaya -

Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunah yang banyak dijalankan umat Muslim setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini dikenal memiliki keutamaan besar, sehingga banyak orang berusaha menunaikannya meski di tengah kesibukan pasca-Lebaran.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bertanya-tanya mengenai batas waktu pelaksanaan puasa Syawal 2026. Pertanyaan ini penting, terutama bagi umat Muslim yang ingin mengerjakan puasa sunah secara tepat waktu dan sesuai anjuran.

Lantas, puasa Syawal 2026 bisa dilakukan sampai kapan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan?

Puasa Syawal 2026 dapat dilaksanakan hingga akhir bulan Syawal atau sebelum memasuki bulan Zulkaidah. Puasa sunah ini dikerjakan selama enam hari dan bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, baik di awal, pertengahan, maupun akhir bulan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pelaksanaannya lebih dianjurkan dilakukan secara berurutan setelah Idulfitri, yakni mulai tanggal 2 Syawal.

Pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, yaitu:

  • 21 Maret 2026 versi pemerintah
  • 20 Maret 2026 versi Muhammadiyah

Dengan asumsi bulan Syawal berjumlah 30 hari, maka batas akhir puasa Syawal diperkirakan jatuh pada:

  • 17 April 2026 (versi Muhammadiyah)
  • 18 April 2026 (versi pemerintah)

Setelah tanggal tersebut, umat Muslim sudah memasuki bulan Zulkaidah, sehingga tidak lagi dapat melaksanakan puasa Syawal.

Hukum Puasa Syawal Menurut Ulama

Dikutip dari laman BAZNAS, mayoritas ulama sepakat bahwa puasa Syawal hukumnya sunah muakkadah, yaitu amalan sunah yang sangat dianjurkan.

Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164)

Hadits tersebut menjadi landasan utama keutamaan puasa Syawal. Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal merupakan anjuran kuat sebagai bentuk kesinambungan ibadah setelah Ramadan.

Pendapat ini juga sejalan dengan ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali yang menilai puasa Syawal sebagai amalan yang sangat dianjurkan meskipun tidak wajib. Oleh karena itu, umat Muslim sangat disarankan untuk tidak melewatkannya tanpa alasan.

Niat Puasa Syawal dan Waktu Membacanya

Berikut bacaan niat puasa Syawal:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min syawwalin sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:

"Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat puasa Syawal dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, karena termasuk puasa sunah, niat juga boleh dilakukan pada pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Puasa Syawal 2026 dapat dilaksanakan hingga pertengahan April, tergantung pada penetapan awal Syawal. Dengan keutamaan yang besar, puasa ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk menyempurnakan ibadah setelah Ramadan.

Memahami batas waktu dan tata cara pelaksanaannya akan membantu umat Muslim menjalankan ibadah ini dengan lebih optimal dan penuh kesadaran.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads