Pembelaan Bule Rusia Diduga Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound System

Pembelaan Bule Rusia Diduga Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound System

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 30 Mar 2026 20:15 WIB
TKP diduga penganiayaan bule Rusia terhadap warga Banyuwangi akibat suara Sound Sistem Gebyar Lebaran di pintu masuk Marina Boom Banyuwangi
TKP diduga penganiayaan bule Rusia terhadap warga Banyuwangi akibat suara Sound Sistem Gebyar Lebaran di pintu masuk Marina Boom Banyuwangi (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Warga negara asal Rusia berinisial AF yang diduga menghajar SHN (56) warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi buka suara. Melalui kuasa hukumnya, Eko Sutrisno membantah telah melakukan penganiayaan karena dipicu terganggu cek sound system acara gebyar lebaran.

Eko membantah bahwa kliennya melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan. Sebaliknya, kliennya malah mengalami luka memar dan pakaiannya robek saat aksi dorong-mendorong dengan korban.

"Bukan pemukulan yang terjadi itu saling dorong mendorong saja, dan dari klien kami sendiri juga ada yang terluka dan baju yang robek jadi intinya peristiwa itu bukan pemukulan tapi dorong mendorong," kata Eko, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menegaskan, ada kesalahpahaman komunikasi antara kliennya dengan dan warga akibat perbedaan bahasa dan budaya. Di şisi lain, kliennya tidak terbiasa dengan suara bising sementara warga lokal yang menganggap hal tersebut sudah menjadi budaya yang lazim.

"Klien kami ini kan orang asing jadi tidak paham masalah budaya dan kebiasan-kebiasaan masyarakat lokal karena merasa terganggu dengan suara keras, tidak bisa bagaimana caranya meminta untuk dikecilin, jadi dia turun minta dikecilin sendiri. Sehingga terjadilah di situ saling mendorong," terang Eko.

ADVERTISEMENT

Eko menambahkan perbedaan postur tubuh membuat korban atau warga yang terlibat dorong-mendorong dengan kliennya terjatuh. Karena hal itu lah, kliennya kemudian dituduh melakukan pemukulan.

Insiden itu juga sempat terekam CCTV yang menunjukan kliennya tak melakukan pemukulan. Ia berharap rekaman CCTV itu juga bisa jadi barang bukti kepolisian.

"Kejadiannya dorong mendorong dan itu juga nanti bisa dilihat dari CCTV, dan kami tidak melihat itu nanti khan ada penyidik biar penyidik yang meminta untuk kepentingan penyelidikan," tutur Eko.

Menurut Eko, setelah insiden itu, kliennya bersama staff-nya sempat berupaya menemui korban dan meminta agar peristiwa tersebut didak berlarut-larut. Namun, ternyata belum ada titik temu.

Meski demikian, lanjut Eko, pihaknya berencana akan mejadwalkan kembali pertemuan antara kedua belah pihak. Tujuannya agar dapat kembali terjalin hubungan baik antara warga dengan pelaku bisnis asing di Marina Boom.

Sebelunnya, seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia diduga melakukan penganiayaan terhadap SHN (56), warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah mempersiapkan festival Idul Fitri bertajuk "Gebyar Lebaran" di Kelurahan Mandar.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian hidung serta mengeluhkan nyeri pada tulang hidung. Selain itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru. Saat mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.

"Saya dipukul ini hidung saya dan pipi kanan sampai saya terjatuh ini terkilir saya," jelas SHN kepada detikjatim, Minggu (29/3/2026).

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu pagi, saat korban tengah melakukan cek sound untuk perlengkapan acara yang disewa warga Kampung Mandar. Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.

"Tadi pagi itu, saat saya ada di pos tahu-tahu dia datang dan alat-alat saya itu dimatikan semua, mesin-mesin sound saya itu ada yang dicabut juga," tegas SHN.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads