BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 terjadi lebih cepat di sejumlah wilayah sejak April seiring potensi El Nino yang menguat. BPBD Jatim menyebut ada sekitar 815 desa yang punya potensi terjadi kekeringan.
"Yang berpotensi ada di 815 desa, 220 kecamatan di 26 kabupaten/kota di Jawa Timur," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Selasa (31/3/2026).
Gatot menyebut, musim kemarau diprediksi sudah akan terjadi pada April 2026 ini. Bahkan, di Tuban, sudah ada desa yang terjadi kekeringan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam rakor bersama BNPB Jumat lalu telah dipetakan sejumlah risiko kekeringan. Kami akan terus meng-update titik-titik mana saja yang rawan kekeringan, dan tentu masyarakat juga bisa melapor ke masing-masing BPBD kabupaten/kota untuk meminta bantuan," jelasnya.
Gatot menyebut panas kemarau tahun 2026 ini diprediksi lebih menyengat dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Panasnya lebih menyengat untuk El Nino Godzila ini," tambahnya.
Gatot mengatakan, upaya Pemprov Jatim melalui BPBD yakni memberikan bantuan dropping air bersih ke titik-titik yang terjadi kekeringan.
"Kami siapkan bantuan untuk dropping air bersih ke titik-titik atau desa yang terjadi kekeringan. Memang di awal April sudah masuk kemarau, dan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026 nanti," terangnya.
"Kami juga harap masyarakat aktif melapor meminta bantuan ke BPBD kabupaten/kota, agar bisa kami berikan bantuan air bersih," tandasnya.
(auh/hil)
