Antrean kendaraan hendak masuk pelabuhan Ketapang, Banyuwangi mengular sempat mencapai belasan kilometer. Antrean kendaraan yang didominasi kendaraan kecil ini terjadi sejak Minggu (29/3) .
Pantauan detikJatim di lokasi, ekor antrean sempat menyentuh 17 kilometer mencapai Alas Rejo Banyuwangi pada Senin (30/3) malam. Antrean panjang kendaraan ini dipicu aktivitas kendaraan besar yang memaksa melawan arah.
Ratusan Personil satuan lalu-lintas Polresta Banyuwangi dengan dukungan personel seluruh Polsek melakukan penguraian selama 24 jam di sepanjang jalur kemacetan. Krisna berharap, kemacetan dapat segera dikendalikan untuk mengurangi resiko fatalitas gangguan kesehatan bagi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean kendaraan mengular dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa) |
Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady menyebutkan setelah koordinasi dengan otoritas pelabuhan Tanjungwangi, Pelindo, dan ASDP, ekor antrean kendaraan bisa diurai dengan skema dari ASDP yang mengarahkan kendaraan sumbu 3 ke kantung parkir Bulusan.
"Sementara untuk simpang Farley kami juga memberlakukan delaying sistem hingga 5 Kilometer dengan mengarahkan kendaraan ke jalur lingkar. Selain itu, ASDP juga memberlakukan pengalihan kendaraan sumbu 3 ke terminal Bulusan untuk kemudian diangkut melalaui dermaga Bulusan atau dimasukkan ke dermaga LCM," ujar AKP Krisna, Selasa (31/3/2026).
Bukan hanya itu, Pemberlakuan Tiba Bongkar Berangkat (TBB) oleh ASDP diharapkan bisa ditambah untuk mempercepat pengurangan ekor kemacetan yang terjadi di jalur Situbondo-Banyuwangi.
"TBB menjadi kebijakan otoritas ASDP secara penuh, tapi, kami hanya bisa mengarahkan untuk skema TBB bisa ditambahkan armadanya untuk bisa mengurai kemacetan diluar," tegasnya.
(auh/dpe)
