Seorang pemilik vendor mencurahkan keluhan mengenai tunggakan pembayaran proyek infrastruktur di Taman Wisata Wendit, Kabupaten Malang. Manajemen disebut belum melunasi biaya pemasangan sistem audio dan CCTV di lokasi wisata tersebut.
Curhat itu disampaikan Dani Reza Kusuma melalui akun Instagramnya @danirezakus. Curhatan ini pun viral di media sosial.
Dani mengaku terpaksa membeberkan permasalahannya karena telah menemui jalan buntu saat menuntut haknya kepada manajemen taman wisata New Wisata Wendit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur kami nulis ini karena sudah benar benar bingung harus gimana lagi," ungkap Dani mengawali unggahannya seperti dilihat detikJatim, Rabu (1/4/2026).
Saat dikonfirmasi, Dani mengatakan dirinya merupakan vendor pelaksana proyek pemasangan sistem audio dan CCTV di taman wisata Wendit.
"Kami adalah vendor yang ngerjain pemasangan audio dan CCTV di Taman Wisata Wendit," ucapnya.
Awalnya, kata Dani, proyek sebesar Rp 271 juta itu berjalan lancar dan diklaim telah rampung 100 persen. Seluruh sistem sudah terpasang dan digunakan oleh pihak pengelola tanpa adanya komplain terkait kualitas pekerjaan.
"Sistem sudah terpasang, sudah dipakai, tidak ada komplain," tegasnya.
Namun, masalah muncul ketika memasuki tahap pelunasan sisa pembayaran sebesar Rp 105 juta. Bahkan, pelunasan itu molor hampir satu tahun lamanya. Dani sebenarnya tidak berdiam diri, pihaknya telah menempuh berbagai cara kekeluargaan untuk menagih hak mereka.
Ia menyebut, telah mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp, namun tidak dibalas, bahkan telah melakukan panggilan telepon. Namun tidak mendapatkan respon sdari manajemen Taman Wisata Wendit.
Upaya Dani dengan mendatangi lokasi secara langsung pun gagal. Ia tidak bisa menemui pihak yang bertanggung jawab. Kondisi itu sontak membuat Dani kelimpungan karena merasa pihak pengelola tidak menunjukkan iktikad baik, meski pihaknya sudah memberikan kelonggaran.
"Kami juga sudah coba mengerti kondisi mereka. Kami tawarkan bayar dicicil saja tidak apa-apa, yang penting ada itikad baik. Tapi tetap tidak ada respons," katanya.
Kondisi ini diakui sangat memberatkan operasional perusahaan vendor. Sebagai pelaku usaha, ia memikul tanggung jawab besar untuk membayar gaji karyawan dan menutupi biaya operasional yang telah dikeluarkan sejak awal proyek dimulai.
Ia merasa hak-haknya sebagai pekerja yang telah menyelesaikan tugas dengan baik justru diabaikan.
"Jujur, rasanya sakit banget waktu kerja sudah selesai dengan baik, tapi hak kami seperti tidak dianggap. Kami bukan minta lebih, kami hanya minta dibayar atas pekerjaan yang sudah kami selesaikan," tambahnya.
Dani masih berharap agar pihak pengelola Taman Wisata Wendit segera membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.
"Terakhir manajemen sampaikan masih lakukan compare harga, padahal pemasangan sudah selesai dan tidak ada kepastian," keluhnya.
Namun, sampai berita ini ditayangkan, detikJatim belum mendapatkan konfirmasi langsung dari manajemen Taman Wisata Wendit.
Taman Wisata Wendit merupakan wahana wisata legendaris di Malang yang dulu menjadi tujuan favorit bagi warga untuk berwisata. Kini Taman Wisata Wendit telah berbenah setelah Pemkab Malang menggandeng investor untuk pengembangan dan pengelolaannya.
(auh/hil)
