Pemprov Jatim Pulangkan Ratusan Orang Telantar Tertipu Pekerjaan

Pemprov Jatim Pulangkan Ratusan Orang Telantar Tertipu Pekerjaan

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 03 Apr 2026 16:40 WIB
Orang telantar di Jatim dipulangkan ke daerah asalnya
Orang telantar di Jatim dipulangkan ke daerah asalnya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial memulangkan ratusan orang telantar (OT) di Jawa Timur ke daerah asal. Mereka telantar di Jawa Timur karena sejumlah hal, mulai dari penipuan lapangan kerja hingga membawa kabur istri orang.

"Selama periode 19 Februari 2026 sampai 31 Maret 2026 ada 153 orang terlantar yang telah kami pulangkan ke daerah asalnya," kata Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (3/4/2026).

Novi membeberkan sejumlah faktor yang membuat ratusan orang itu terlantar. Salah satu penyebab terbanyak adalah penipuan lowongan kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi mereka terkena tipu lowongan kerja dari sosial media seperti Facebook. Ada juga mereka itu satu rombongan berangkat dari daerah asal menuju ke Surabaya, sesampai di Surabaya karena ada kriteria yang tidak sesuai misal umurnya sudah terlalu tua, atau tidak sesuai kualifikasi lain, tiba-tiba calon pekerja ini diturunkan di Pelabuhan, dan mereka ditinggal atau ditelantarkan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Lah calon pekerja ini hanya membawa uang untuk berangkat saja akhirnya mereka jadi orang telantar. Untungnya di pelabuhan, banyak orang yang membantu untuk mengarahkan ke kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Dinsos Surabaya dan Dinsos Jatim lalu kami pulangkan ke daerah asalnya," tambahnya.

Selain itu, kata Novi, ada juga sejumlah orang terlantar akibat prostitusi online. Di mana orang terlantar ini awalnya diajak seorang mucikari dan dijual melalui aplikasi.

"Tidak lama kemudian muncikarinya tertangkap aparat kepolisian, dan perempuan yang jadi anak buahnya akhirnya kebingungan, mereka terlantar dan ingin pulang ke daerah asal," jelasnya.

"Ada juga yang mereka hendak pulang ke daerah asal kemudian mampir di Jawa Timur kemudian uangnya hilang akhirnya nggak bisa pulang. Bahkan ada yang melarikan istri orang, kemudian terlantar juga kami ladeni dan pulangkan ke daerah asal. Ada juga yang mencari ilmu hitam dan semacamnya di Jatim kemudian mereka kehabisan uang untuk pulang, ada juga yang ingin meniru wali, kemudian terlantar di sejumlah tempat," tambahnya.

Novi mengatakan Dinsos Jatim sangat terbuka untuk memulangkan orang terlantar. Bahkan verifikasi dilakukan sangat cepat.

"Kami segera data dari kartu identitasnya, dan kami pulangkan ke daerah asal. Kami juga beri pakaian layak agar selama perjalanan baik itu transportasi menggunakan bus atau kapal tidak dikucilkan penumpang lain," jelasnya.

Novi menyebut 30% dari 153 orang terlantar tersebut berasal dari Jawa Barat. Selain itu ada daerah lain di luar Jawa seperti Sulawesi.

"Mayoritas dari Jawa Barat, dari 153 orang itu, 50-nya dari Jawa Barat. Ada juga dari Sulawesi, ada dari Papua, dan wilayah lain," tandasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads