Hujan deras disertai angin kencang merusak belasan rumah warga di Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Selain itu puluhan tenda even Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball roboh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Angin kencang melanda dua desa, meliputi Kepuhrejo dan Pojok, Kecamatan Ngantru.
"Saat kejadian hujan lumayan deras dan anginnya cukup kencang, seperti dalam video yang direkam warga," kata Sudarmaji, Jumat (3/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dari proses pendataan BPBD, di Desa Pojok terdapat 15 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Sementara itu di Desa Kepuhrejo tercatat tiga rumah warga juga rusak.
"Kalau yang atapnya genting tanah liat relatif kuat, ya ada yang rontok tapi sedikit. Namun kalau dari asbes dan galvalum banyak yang hancur," imbuhnya.
Pihaknya memastikan hingga malam ini tidak ada laporan terkait korban luka. Saat ini pihaknya masih berkeliling di pusat bencana untuk proses pendataan lebih lanjut.
"Datanya masih dinamis, bisa jadi akan bertambah," jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Tulungagung Achmad Mugiyono, mengatakan bencana angin kencang juga berdampak memporak-porandakan tenda Kejurprov Woodball yang digelar di Desa Pojok.
"Tadi dapat kabar banyak tenda UMKM dan tenda utama roboh. Tapi Insyaallah tidak menganggu acara, malam ini diupayakan untuk didirikan kembali," kata Achmad.
Menurutnya Kejurprov Woodball baru pertama digelar di Tulungagung. Penyelenggaraan olah raga cabang baru tersebut dilakukan di lapangan. Cara mainnya mirip golf, stik kayu dipukulkan pada bola kauu hingga melewati gawang.
(ihc/dpe)
