Jalan Antardesa di Pamekasan Rawan Ambruk Usai Tanah Penyangganya Longsor

Jalan Antardesa di Pamekasan Rawan Ambruk Usai Tanah Penyangganya Longsor

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Sabtu, 04 Apr 2026 21:33 WIB
Jalan antardesa di Desa Waru Timur Pamekasan yang rawan ambruk setelah tanah penyangganya longsor.
Jalan antardesa di Desa Waru Timur Pamekasan yang rawan ambruk setelah tanah penyangganya longsor. (Foto: Istimewa)
Pamekasan -

Kondisi jalan raya di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan mengalami kerusakan parah akibat longsor pada bagian bawah badan jalan. Peristiwa ini menyebabkan struktur jalan menjadi berlubang dan berongga, sehingga memicu kekhawatiran warga akan potensi ambruk.

Longsor terjadi di bagian tanah penyangga, sementara lapisan atas berupa beton dan aspal masih tampak utuh. Namun, kondisi itu justru dinilai berbahaya karena jalan terlihat menggantung tanpa penopang yang kuat di bawahnya.

Dalam video yang beredar di masyarakat, tampak jelas bagian bawah jalan yang terkikis, menyisakan rongga cukup dalam. Meski demikian, kendaraan roda dua hingga roda empat masih nekat melintas di jalur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang warga yang merekam kondisi itu menyampaikan kekhawatiran. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Bagaimana ini jalannya, belum diajukan ya? Kalau bisa segera diperbaiki, takut ambruk. Jangan hanya janji terus," ujar perekam dalam videonya yang beredar Sabtu (4/4/26).

ADVERTISEMENT

Camat Waru, Dwi Norkholis Ikhwan, juga turut menyoroti kondisi tersebut melalui status WhatsApp. Ia menyebut jalan yang terdampak merupakan akses penting penghubung Dusun Du'uman menuju wilayah Sana Laok dan Sana Dejeh.

Menurutnya, kerusakan ini perlu segera ditangani karena jalan itu memiliki peran vital bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Selain membahayakan pengguna jalan, kondisi longsor juga dikhawatirkan berdampak pada rumah dan bangunan di sekitar lokasi.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum jalan benar-benar ambruk dan menimbulkan korban jiwa.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads