Sore Mencekam Saat Ledakan Guncang Waru Sidoarjo Berujung 1 Orang Tewas

Round Up

Sore Mencekam Saat Ledakan Guncang Waru Sidoarjo Berujung 1 Orang Tewas

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 08:03 WIB
Pabrik PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo lokasi ledakan
Pabrik PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo lokasi ledakan (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang pabrik PT Great Wall Steel atau PT GWS di Desa Janti, Kecamatan Waru Surabaya. Akibatnya, para pekerja dan warga panik dan berhamburan keluar.

Ledakan diketahui terjadi Senin (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB ini juga membuat beberapa pekerja tergelak bersimbah darah. Para korban ini segera dievakuasi ke rumah sakit setempat.

Para korban yakni Prayono (27) pekerja bagian las blender yang mengalami luka berat dada benturan. Serta Rio (17), kernet blender mengalami luka serpihan besi, dan Yakni MZA, perempuan berusia 40 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengonfirmasi, satu di antara korban dinyatakan meninggal dunia. Dia menyebutkan peristiwa itu terjadi saat pemotongan besi dengan las blender dilakukan oleh 3 orang.

"Satu korban atas nama inisial R terkonfirmasi meninggal," ujar Tobing.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk pemicu ledakan diduga terjadi saat para korban memotong besi tua dengan alat las blender. Pemotongan besi tua ini dilakukan di area scrap yard PT Great Wall Steel.

"Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender ada terjadi ledakan dari besi itu," ujar Tobing.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan pihaknya juga telah menerjunkan tim 1 Unit Jibom Den Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk ke lokasi ledakan.

"Sebanyak kurang lebih 10 personil telah diterjunkan ke lokasi kejadian (TKP)," ujar Abast.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) PT GWS, Hery Prasetyo, menjelaskan bahwa ledakan diduga berasal dari material besi tua yang tidak diketahui mengandung benda berbahaya.

"Dari informasi awal, ledakan terjadi saat pemotongan besi tua di area scrap yard. Diduga ada material yang tidak teridentifikasi di dalam besi tersebut hingga memicu ledakan," terang Hery.

Menurut Hery, besi tua tersebut berasal dari berbagai supplier sehingga pihak perusahaan belum bisa memastikan asal material yang memicu ledakan. "Kami menerima besi tua dari banyak supplier. Saat dipotong, ternyata ada bagian yang meledak tanpa diketahui sebelumnya," tambahnya.

Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan awal tim Gegana dan Inafis, ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer.

"Dari analisa awal, ini bukan bom atau bahan peledak militer. Kalau itu, pasti ada kerusakan besar di sekitar lokasi. Faktanya, tidak ada kerusakan signifikan pada bangunan maupun fasilitas pabrik," jelasnya.

Sedangkan korban meninggal bernama Rio diketahui merupakan kernet yang berada cukup jauh dari titik ledakan, yakni lebih dari 50 meter. Namun nahas, serpihan material mengenai tubuh korban.

"Ada satu korban dari pihak eksternal, diduga kernet, posisinya cukup jauh tapi terkena serpihan. Yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit," ungkap Hery.

Dahsyatnya ledakan juga sempat membuat panik warga setempat. Tak hanya itu, ledakan juga sempat merusak sejumlah rumah warga bahkan hingga di Kutisari, Surabaya yang jaraknya berbatasan dengan Waru, Sidoarjo.

Salh satunya di Perumahan Kutisari Indah Barat Surabaya. Selain itu, insiden tersebut juga menyebabkan warga Kutisari Indah Barat berhamburan berhamburan keluar.

Petugas keamanan perumahan Kutisari Indah Barat Surabaya Nur Ali mengatakan suara ledakan terdengar keras dan dahsyat. Menurutnya, ledakan itu menyebabkan 2 rumah warga terdampak.

"Itu suaranya (ledakan) sangat-sangat kencang dan kuat sekali. Dan sampai akhirnya warga kami Kutisari Indah Barat ada beberapa rumah yang terdampak dari ledakan itu. Kaca pecah sama lampu lepas dari plafonnya," kata Ali.

"Iya, keluar rumah semua panik, keluar rumah. Ya dikira pertama dikira gempa, ya to. Dikira bom, tapi memang keras, kuat sekali. Semua warga itu keluar rumah," imbuhnya.

Di lokasi lain, Perumahan Wedoro Regency RT 04 RW 01. Sedikitnya tiga rumah terdampak. Selain itu, rumah warga di kawasan Pelikan RW 08 juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Salah satu warga, Muhammad Nur Holis (61), mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa material yang diduga lempengan besi panas.

"Di sini tiga rumah, terus Pelikan ada, Janti. Berarti kemungkinan lima rumah," ujar Nur kepada detikJatim, Senin (6/4/2026).

Rumahnya di Perumahan Wedoro Regency RT 04 RW 01 sendiri gentengnya jebol dan plafon runtuh akibat benda berat yang jatuh dari atas. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong.

"Banyak sekali itu runtuhan itu. Genteng empat itu memang jebol semuanya itu ada bekasnya. Besi terus rontokan plafon banyak sekali," ujarnya.

Ia menyebut benda yang jatuh itu berbahan seperti besi berukuran sekitar 15 cm x 8 cm dengan ketebalan 2-3 cm dan berat sekitar 2 kilogram. "Ini berat sekali, tadi panas, sekarang sudah enggak. Ini megenai 4 genteng," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads