Ledakan dahsyat mengguncang pabrik milik PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Akibatnya, satu orang pekerja tewas dan 5 lainnya mengalami luka. Ledakan juga diketahui merusak rumah warga.
PT Great Wall Steel memastikan akan bertanggung jawab atas seluruh dampak yang ditimbulkan akibat ledakan yang terjadi di area pabrik. Hal tersebut disampaikan oleh HRD PT GWS, Hery Prasetyo.
Hery mengatakan, perusahaan juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang mengalami luka serta biaya pengurusan korban meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas kami sudah mengikuti BPJS lengkap. Untuk korban luka maupun korban meninggal, semua biaya akan kami tanggung," ujar Hery kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, pihak perusahaan juga akan memberikan ganti rugi kepada warga sekitar yang terdampak ledakan, terutama yang mengalami kerusakan rumah. Menurutnya, saat ini pendataan masih terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah setempat, termasuk pihak Desa Janti.
"Kami akan bekerja sama dengan pihak desa untuk mendata rumah warga yang terdampak, sehingga bisa segera ditindaklanjuti terkait ganti ruginya," jelasnya.
Terkait korban dari pihak eksternal, seperti sopir dan kernet, Hery menyebut pihak perusahaan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
"Karena sopir ini dari pihak eksternal, nanti kami akan komunikasikan dengan pengurusnya untuk penanganannya," imbuhnya.
Meski demikian, pihak perusahaan belum merinci besaran kerugian akibat kerusakan rumah warga maupun nominal santunan dan biaya pengobatan yang akan diberikan.
Untuk data korban, Hery mengaku masih menunggu laporan lengkap dari pihak rumah sakit. Ia menyebut sempat mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban dan berkoordinasi dengan tenaga medis.
"Saya tadi ke rumah sakit hanya memastikan kondisi dan koordinasi dengan dokter. Data lengkapnya masih ada di sana," katanya.
Terkait korban meninggal dunia, Hery menyebut informasi yang diterimanya masih belum pasti, termasuk asal daerah korban maupun detail luka yang dialami.
"Informasinya yang saya dengar dari warga, korban berasal dari Wonosobo. Tapi untuk luka secara pasti saya belum bisa memastikan karena tidak melihat langsung," pungkasnya.
(auh/abq)
