Kisah Marsiah Calon Jemaah Haji Berusia 104 Tahun Asal Kediri

Kisah Marsiah Calon Jemaah Haji Berusia 104 Tahun Asal Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Rabu, 08 Apr 2026 08:00 WIB
Marsiah (104) Jadi Jemaah Haji Tertua
Marsiah (104) Jadi Jemaah Haji Tertua (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Sebanyak 1.205 warga Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, satu nama mencuri perhatian karena menjadi calon jemaah haji tertua, tak hanya di Kediri, tetapi juga di Indonesia.

Ia adalah Marsiah (104), warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Di usianya yang telah menembus satu abad lebih, Marsiah tetap bersemangat untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, membenarkan bahwa Marsiah merupakan calon jemaah haji tertua tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk jemaah lansia cukup banyak. Termasuk yang paling tua adalah Ibu Marsiah dari Semen, usianya 104 tahun dan menjadi yang tertua se-Indonesia. Ini sangat luar biasa, di usia tersebut beliau masih memiliki semangat tinggi untuk berangkat haji," kata Abdul Kholiq, Rabu (8/4/2026).

Marsiah sehari-hari dikenal sebagai penjual jenang atau bubur. Ia merupakan ibu dari lima anak. Meski usianya sudah sangat lanjut, kondisi kesehatannya terbilang baik dan masih mampu berkomunikasi dengan lancar.

ADVERTISEMENT

Ia mendaftar haji pada tahun 2021 dengan hasil tabungan dari berjualan jenang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.

"Saya jualan bubur, keuntungannya ditabung. Cita-citanya kalau sudah cukup ingin dipakai berangkat ke Makkah," kata Marsiah.

Untuk menjaga kebugaran, Marsiah mengaku rutin berjalan kaki di sekitar rumah. Ia juga tidak memiliki keluhan kesehatan serius, meski sesekali merasakan nyeri di bagian lutut.

"Kadang jalan-jalan ke belakang rumah. Kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya istirahat," tuturnya.

Sementara itu, keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan pada 19 hingga 20 Mei 2026. Para jemaah akan diberangkatkan dari halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Selain 1.205 jemaah utama, terdapat 62 orang yang masuk dalam daftar cadangan. Mereka berpeluang berangkat apabila ada jemaah yang batal, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.

Para jemaah haji Kabupaten Kediri nantinya akan tergabung dalam kloter 109, 110, 111, dan 112.

"Insyaallah titik pemberangkatan tetap di halaman Pemkab Kediri. Meski saat ini ada perbaikan, kami berharap tidak ada kendala karena lokasi tersebut cukup strategis," jelas Abdul Kholiq.

Terkait kondisi global, pihaknya menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan seluruh jemaah agar dapat berangkat dengan lancar.

"Kami mengikuti jadwal dari Kementerian. Mudah-mudahan semua berjalan lancar tanpa hambatan. Seluruh jemaah juga sudah sangat siap dan antusias untuk berangkat ke Tanah Suci," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads