Balita 2 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Kalidawir Sidoarjo

Balita 2 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Kalidawir Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Kamis, 09 Apr 2026 11:41 WIB
Pencarian balita tenggelam di Sidoarjo
Pencarian balita tenggelam di Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Seorang balita berusia 2 tahun dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai Kedungan, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui merupakan anak pertama pasangan Bahrul Ulum dan Wulandari, warga setempat. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di aliran sungai.

Salah satu warga, Afendi (35) mengungkapkan, dugaan korban tercebur ke sungai diperkuat dengan ditemukannya sandal milik balita tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buktinya itu sandal, satu ada di pinggir sungai, satunya lagi terseret arus. Setelah anaknya hilang, keluarga mencari dan menemukan sandal itu di kali," ujar Afendi kepada detikJatim di lokasi, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, saat kejadian orang tua korban diduga tengah beristirahat di dalam rumah. Sementara korban bermain di luar tanpa sepengetahuan keluarga.

"Orang tuanya lagi tidur, dikira anaknya main sama adiknya. Ternyata tidak, setelah dicari tidak ada, baru ditemukan sandal di sungai," jelasnya.

Camat Tanggulangin, Arie Prabowo mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan relawan dan tim terkait begitu menerima laporan.

"Informasi yang kami terima, kejadian sekitar pukul 14.00 WIB. Anak bermain di pinggir kali, namun tidak ada yang mengetahui saat kejadian," ujarnya.

Menurutnya, proses pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena faktor cuaca, dan kembali dilanjutkan pada Kamis pagi.

"Sejak pukul 07.00 WIB pencarian kembali dilakukan. Ada sekitar lima perahu dari relawan yang dikerahkan. Kami juga sudah koordinasi dengan wilayah hilir seperti di Penatarsewu, bahkan pintu air dam dibuka dan dipasang jaring," tambahnya.

Ia juga menyebutkan, sejumlah ambulans dari relawan telah disiagakan di lokasi untuk mendukung proses evakuasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, mengatakan tim gabungan mengerahkan kekuatan penuh dalam pencarian korban.

"Hari ini kami turunkan sekitar enam perahu dengan enam regu. Pencarian dilakukan dari rumah pompa hingga lokasi ini, bekerja sama dengan Basarnas, BPBD, dan relawan lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, operasi pencarian berada di bawah komando Basarnas dengan metode standar pencarian di air. "Kami lakukan manuver di sungai menggunakan perahu, serta penyisiran di darat. Harapannya dengan teknik ini korban bisa segera ditemukan," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur relawan dan aparat. Warga setempat turut membantu dengan melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads