Petani tambak di Kecamatan Glagah mengalami kerugian besar akibat banjir berkepanjangan dan kekurangan pupuk. Dampaknya, hasil panen menyusut jauh dari tahun-tahun sebelumnya.
Banjir yang merendam kawasan tambak di Kecamatan Glagah yang dilaporkan telah mulai surut. hampir satu tahun. Kondisi ini berdampak langsung pada produksi ikan milik para petani.
Selain menyebabkan ikan tidak berkembang maksimal, banjir juga membuat banyak hasil budidaya tidak bisa dipanen secara optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjirnya kan berlangsung lama sehingga ikan-ikan tidak bisa berkembang," kata salah satu petani tambak, Nur Komariyah kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Akibatnya, ungkap Komariyah, produksi tambak mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 50 persen dari kondisi normal. Komariyah mengaku, hasil panen yang diperoleh saat ini jauh dari harapan karena ikan yang dipanen berukuran kecil dan tidak sesuai standar pasar.
"Hasilnya jombrot (hancur-hancuran), ikannya segini-segini (sambil menunjukkan ikan bandeng) karena kurang pupuk. Ditambah lagi banjir hampir setahun nggak surut-surut. Rugi besar, nggak bisa dihitung lagi," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain banjir, kelangkaan pupuk tambak menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan ikan. Menurutnya, jatah pupuk yang tersedia sangat terbatas.
"Saya harap pemerintah bantu tambahin pupuk untuk petani tambak. Saya nggak minta gratis, saya mau beli yang penting barangnya ada," tambahnya.
Tak hanya dari sisi produksi, petani juga mengeluhkan harga jual ikan yang mengalami penurunan di pasaran. Kondisi ini semakin memperparah kerugian yang dialami.
"Masa ikan tombro yang meskipun besar-besar tapi harganya hanya Rp 9 ribu perkilogram, bandeng kalau kecil-kecil gini juga murah harganya,' akunya.
Secara keseluruhan, kerugian petani tambak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen dari kondisi normal, jika dihitung dari penurunan hasil panen dan harga jual. Para petani tambak di Glagah berharap adanya perhatian dari pemerintah, terutama dalam penyediaan pupuk tambak serta solusi penanganan banjir, agar usaha mereka dapat kembali berjalan normal.
(auh/hil)
