KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 16 orang di lingkungan Pemkab Tulungagung semalam. Salah satu yang terjaring yakni Bupati Gatut Sunu Wibowo.
Gatut lahir pada 17 Desember 1967. Dia dikenal sebagai pengusaha di Tulungagung. Sebelum Pilkada 2024, ia merupakan wakil bupati yang mendampingi Maryoto Birowo pada sisa masa jabatan 2018-2023.
Gatut Sunu adalah kader PDIP, namun ia membelot karena maju Pilkada melalui partai lain, ia kemudian dipecat sebagai kader banteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatut maju di Pilkada Tulungagung berpasangan dengan Ahmad Baharudin (52), anggota DPRD sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung. Kedua pasangan calon Gatut Baharudin ini lalu disingkat Gabah.
Dinamika pencalonan paslon Gabah sempat muncul sebelum pendaftaran. Pada awalnya, Partai Gerindra memberikan rekomendasi kepada pasangan Ahmad Baharudin-Danang Catur Budi Utomo.
Namun rekomendasi akhirnya dicabut, cabup yang semula diberikan kepada Baharudin kini diberikan kepada Gatut Sunu. Posisi Baharudin digeser menjadi cawabup. Pasangan Gabah ini didukung Partai Gerindra, Partai Golkar dan PKS.
Pilkada Tulungagung diikuti oleh empat pasang calon bupati dan wakil bupati. Nomor urut 1 Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin (Gabah) diusung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar dan PKS.
Nomor urut 2 Santoso-KH Samsul Umam yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP PBB dan Partai Buruh. Santoso (59). Lalu paslon nomor urut 3 Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti (Mardinoto) diusung oleh PDIP, Partai Nasdem, PAN dan Hanura. Dan terkahir paslon nomor 4 Budi Setiyahadi-Susilowati (Sehati) diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Data rekapitulasi di laman data pemilu yang diolah dari data pilkada 2024 KPU, paslon Gatut Sunu-Ahmad Baharudin menang telak dengan 50,72 persen.
Lalu di urutan kedua paslon Santoso-KH Samsul Umam 10,38 persen, Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti 34,59 persen dan Budi Setiyahadi-Susilowati 4,31 persen.
Setelah memenangkan pilkada dengan menumbangkan paslon dari PDIP yang memecatnya, Gatut malah terjaring OTT KPK. Tak hanya itu Gatut juga tak diakui sebagai kader Gerindra yang mengusungnya di pilkada.
"Masih belum. Memang ada proses, namun belum resmi menjadi kader Gerindra, karena belum ada keputusan dari DPP," kata Ketua OKK Gerindra Jatim Hidayat kepada detikJatim, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Tulungagung. Sejumlah pejabat tampak mendatangi kantor polres setempat.
"Kalau informasi ada kegiatan (KPK di Tulungagung) memang benar. Cuman pastinya apa saya tidak tahu," kata salah satu anggota Polres Tulungagung, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya sejumlah orang telah dibawa ke Sidoarjo untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
Sementara itu dari pantauan detikjatim, sejumlah pejabat tampak berdatangan ke Polres Tulungagung. Di antaranya Kasatpol PP Hartono, Kabag Kesra Makrus, Kabag Umum Yulius, Kabag Pemerintahan Arif, ajudan bupati Dwi dan Pj Sekda Tulungagung Suroto.
Sementara itu Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membernarkan kegiatan OTT di Tulungagung. Ia menyebut salah satu yang diamankan adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
(auh/abq)