Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin tiba-tiba membatalkan sejumlah agenda resmi yang telah terjadwal. Termmasuk agenda jumpa pers dengan awak media usai OTT KPK Bupati Gatut Sunu Wibowo.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan rencananya Wabup akan membuka turnamen sepakbola di GOR Rejoagung. Namun, tiba-tiba dibatalkan dengan alasan ada kegiatan pribadi.
"Harusnya ada tiga agenda tapi dibatalkan semua, termasuk di GOR ini. Katanya ada agenda keluarga," kata Achmad Mugiyono, Sabtu (11/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu sejumlah wartawan yang telah menunggu di GOR Rejoagung juga kecewa, sebab Wabup awalnya bersedia diwawancarai jurnalis terkait OTT KPK.
"Tadi Mas Firman dapat info dari ajudan katanya Wabup bersedia diwawancarai terkait KPK usai pembukaan sepak bola di GOR. Tapi ternyata nggak datang," kata salah satu wartawan Tulungagung Hamam Defa.
Sebelumnya, Baharudin juga bungkam saat dimintai tanggapan terkait operasi KPK di Tulungagung. Saat ditemui wartawan di GOR Lembupeteng pada Jumat malam, Baharudin memilih angkat tangan dan tidak mengeluarkan statemen apapun soal kegiatan OTT KPK.
Diketahui hubungan wabup dengan Bupati Gatut pasang surut. Ini karena selama ini bupati tak pernah mengajaknya koordinasi penempatan pengisian jabatan di lingkup pemkab.
Seperti diberitakan, KPK mengamankan dan memeriksa 18 orang terkait kasus dugaan tidak pidana korupsi di Tulungagung. Dari belasan orang tersebut 13 di antaranya dibawa ke kantor KPK Jakarta guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dari 13 orang yang diamankan, salah satunya Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan belasan pejabat hingga anggota DPRD setempat.
Informasi terbaru kasus yang menjerat Bupati terkait pemerasan. Namun KPK belum menjelaskan secara detail perkara tersebut.
"(Terkait kasus) Pemerasan," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan seperti diberitakan BeritaKliknews.
(ihc/abq)
