Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dibuat ngamuk di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (11/4). Saking geramnya dia mengatakan kalau saja saat itu usianya masih 20 tahunan dia sudah akan menonjok anak buahnya tersebut.
"Kalau kemarin saya masih umur 20 tahun, saya tonjok tuh Kepala Balai-nya. Eh sama PPK-nya. Bener saya tonjok! Jengkel banget saya itu," kata Dody saat ditemui detikJatim di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
"Janganlah, jangan main-main sama program prioritas presiden, apalagi yang bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem. Please deh," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dody menekankan, bila ada ASN yang tidak suka dengan Presiden Prabowo bisa mengundurkan diri dari pekerjaannya. "Kalau enggak suka dengan Pak Presiden Prabowo Subianto, keluar dari ASN! Berhenti jadi ASN! Jangan buat begini," tegasnya.
Dody mengatakan, bila tidak diajak ke SR Nganjuk, mungkin dia tak akan tau fakta kemarin. Tapi ia menekankan bahwa KemenPU tak ada komplain ke kontraktor Waskita.
"Yang lebih mengagetkan lagi adalah saya datang itu dikasih alasan kenapa harus 15 persen itu diterima. Jadi saya lebih kaget lagi. Makanya saya keluar kata-kata yang seharusnya saya tidak boleh keluar," ujarnya.
Apalagi program SR adalah prioritas Presiden Prabowo, bukan KemenPU semata. Dia menekankan agar tidak dibuat main-main.
"Kalau main-main cari yang lainlah, apa lagi gitu. Bikin jalan kek, bikin jembatan mau main-main, boleh terserah, tapi program prioritas presiden janganlah! Apalagi program prioritas presiden untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem. Sesuatu yang kita-kita semua enggak pernah mikirin tuh. Hanya seorang negarawan yang bernama Prabowo Subianto yang mikirin gitu. Itu juga masih diselewengkan," jelasnya.
Dia juga bakal membongkar habis-habisan bagian Prasarana Strategis. Lalu harus melakukan langkah-langkah untuk menuntaskan 20 Juni, agar 30 Juni sudah siap dan 1 Juli masuk siswa.
"Ya sorry, saya kemarin bener-bener khilaf saya. Jengkel saya. Coba kalau kemarin saya masih umur 20-30 saya tonjok beneran tuh orang. Itu sih," ujarnya. "Ya mohon maaf. Saya harusnya tidak boleh begitu sebagai seorang menteri. Tapi kalau sudah program prioritas atasan saya itu dibuat mainan, itu saya gimana gitu rasanya."
(ihc/dpe)