Viral Buaya Muncul di Mangrove Surabaya, Pemancing Temukan Jejak Besar

Viral Buaya Muncul di Mangrove Surabaya, Pemancing Temukan Jejak Besar

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Senin, 13 Apr 2026 21:20 WIB
Buaya besar di Mangrove Surabaya yang tinggalkan jejak kaki besar yang terekam kamera
Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar
Surabaya -

Video kemunculan buaya di kawasan mangrove Surabaya viral di media sosial. Rekaman itu diketahui diambil seorang pemancing saat berada di lokasi. Dalam video itu, seekor buaya tampak muncul ke permukaan air di area mangrove. Perekam juga menunjukkan jejak kaki buaya berukuran besar di sekitar lokasi.

"Ya ini dokumentasi tentang jejak kaki buaya. Lokasi di Dusun Wonorejo, di bawah jembatan semanggi," jelas perekam dalam unggahannya melalui akun tiktok @syams.fishing seperti dilihat detikJatim, Senin (13/4/2026).

Dalam akhir video tersebut juga terlihat seekor buaya berukuran besar melintas di perairan mangrove. Jejak kaki yang ditemukan bahkan disebut memiliki ukuran sekitar dua kali lipat kaki manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan ini memicu kekhawatiran, mengingat kawasan tersebut kerap dikunjungi warga untuk memancing hingga berwisata. Di sisi lain, sejumlah warganet menilai kemunculan buaya tersebut masih wajar karena kawasan mangrove merupakan habitat alaminya.

Sementara itu, pihak Command Center 112 Surabaya menyebut belum menerima laporan dari warga terkait kemunculan buaya tersebut. Meski demikian, petugas memastikan akan tetap melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT
Buaya besar di Mangrove Surabaya yang tinggalkan jejak kaki besar yang terekam kameraBuaya besar di Mangrove Surabaya yang tinggalkan jejak kaki besar yang terekam kamera (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)

"Habis ini kita coba meluncurkan teman-teman untuk melakukan asesmen di sana," terang Katinja Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar.

Ia menambahkan, informasi yang viral di media sosial tidak selalu sesuai dengan lokasi sebenarnya, sehingga perlu dilakukan verifikasi langsung di lapangan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kawasan perairan dari Pintu Air Jagir hingga wilayah muara memang termasuk habitat buaya berdasarkan keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Jadi kami nggak mungkin menangkap, mereka juga menyarankan kami untuk kasih himbauan biasanya kepada masyarakat. Sosialisasi kalau ada buaya untuk dijauhi, terus gak boleh bermain, nggak boleh mancing, nggak boleh berenang dan sebagainya. Termasuk kami biasanya buatkan papan himbauan di lokasi itu," bebernya.

Petugas akan melakukan evakuasi apabila buaya ditemukan di lingkungan warga dan akan dilaporkan ke pihak terkait.

"Kecuali kalau misalnya laporan dari masyarakat, ada beberapa waktu yang lalu ada buaya di rumah, dia ngerawat buaya ternyata, habis itu dia nggak bisa ngasih makan, dia takut dan sebagainya. Kita evakuasi, kita kondisikan, kita bawa ke BKSDA," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads