PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo, Dorong Ketahanan Pangan-Ekonomi Pesantren

PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo, Dorong Ketahanan Pangan-Ekonomi Pesantren

Andhika Dwi - detikJatim
Selasa, 14 Apr 2026 22:15 WIB
PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri
PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Indonesia. Peresmian dipusatkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan hingga kini lebih dari 250 unit SPPG telah beroperasi secara nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat sekaligus penguatan ketahanan sosial berbasis komunitas.

"Ke depan kita harapkan SPPG ini menjadi simpul dari berbagai inisiatif ketahanan masyarakat yang sedang kita bangun," kata Yahya kepada detikJatim, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peresmian 27 SPPG ini menambah capaian sebelumnya, setelah 36 unit di Nusa Tenggara Barat dan 69 unit di Batang lebih dulu dioperasikan.

ADVERTISEMENT

Di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, saat ini baru terdapat dua SPPG yang aktif melayani kebutuhan santri. Padahal, jumlah santri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 52 ribu orang.

Melihat tingginya kebutuhan, PBNU menargetkan penambahan sedikitnya enam unit SPPG dalam waktu dekat. Bahkan, secara ideal jumlahnya bisa ditingkatkan hingga 20 unit untuk menjangkau seluruh santri.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menilai pengembangan SPPG di lingkungan pesantren memiliki potensi besar karena tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi.

Menurutnya, model SPPG di Lirboyo mulai mengarah pada integrasi ekosistem ekonomi. Hal ini terlihat dari adanya business matching yang mempertemukan pelaku usaha masyarakat dengan lembaga pembiayaan seperti perbankan, sekaligus membuka peluang penyerapan produk oleh SPPG.

"Bukan hanya memberikan makanan, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh, didukung pembiayaan, dan produknya terserap oleh SPPG," ujarnya.

PBNU berharap pengembangan SPPG berbasis pesantren ini dapat menjadi model nasional, dengan mengintegrasikan program pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan santri, tetapi juga masyarakat di sekitar pesantren.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads