Kakek Hilang di Hutan Baluran Situbondo Ditemukan Tinggal Tulang

Kakek Hilang di Hutan Baluran Situbondo Ditemukan Tinggal Tulang

Chuk Shatu W - detikJatim
Jumat, 17 Apr 2026 09:30 WIB
Jenazah kakek yang ditemukan tewas di Taman Nasional Baluran Situbondo
Jenazah kakek yang ditemukan tewas di Taman Nasional Baluran Situbondo (Foto: Chuk Shatu W/detikJatim)
Situbondo -

Teka-teki hilangnya seorang pria lanjut usia (lansia) di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran, Situbondo terungkap. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal.

Warga Desa Sumberwaru, Banyuputih bernama Suwardi (68) itu ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang oleh warga setempat ketika sedang mencari madu hutan.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan korban ditemukan lebih kurang 6 Km dari titik terakhir diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditemukan pertama kali oleh Hariyanto dan Yuli, warga yang sedang mencari madu di hutan Baluran," kata Puriyono, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut ia mengungkapkan, mayat yang ditemukan tersebut dipastikan sebagai Suwardi, berdasarkan peralatan yang dikenakan dan dikenali pihak keluarga. Di antaranya pakaian, sepatu, ponsel, serta sebuah tas.

"Pihak keluarga memastikan barang-barang tersebut memang milik korban dan yang dipakai," jelasnya.

Saat ditemukan lanjut Puriyono, kondisi tulang belulang korban terlihat masih lengkap. Namun sudah terurai diduga karena proses pembusukan.

"Menurut keterangan medis, dilihat dari terurainya tubuh korban yang tidak beraturan diduga korban meninggal diduga akibat binatang liar," katanya.

Menurutnya Puriyono, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga sudah menerima atas kejadian sebagai musibah, serta menyatakan tak akan menuntut menuntut pihak manapun," pungkas Puriyono.

Diberitakan sebelumnya, Suwardi dilaporkan hilang pada hari Sabtu 4 April 2026. Saat itu korban diketahui mencari sapinya yang hilang di hutan TN Baluran.

Pencarian tim SAR gabungan telah maksimal dilakukan selama 7 hari berturut-turut, namun tidak membuahkan hasil.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads