Fakta-fakta Kades Lumajang Dikeroyok dan Dibacok di Siang Bolong

Fakta-fakta Kades Lumajang Dikeroyok dan Dibacok di Siang Bolong

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 17 Apr 2026 11:29 WIB
Kepada Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang dikeroyok orang
Kepada Desa Pakel usai menjalani perawatan (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Peristiwa pengeroyokan terhadap Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang menjadi sorotan setelah terjadi serangan brutal di siang hari. Peristiwa itu membuat suasana desa mendadak mencekam.

Korban, Sampurno diserang sekelompok orang saat berada di rumahnya hingga mengalami luka bacok. Insiden yang diduga dipicu kesalahpahaman itu saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Berikut sederet fakta yang terungkap dari kejadian tersebut:

5 Fakta Kades Lumajang Jadi Korban Pengeroyokan

1. Kades diserang di rumah sendiri saat siang hari

Peristiwa terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman Kepala Desa Pakel. Saat itu, Sampurno tengah menerima tamu sebelum tiba-tiba didatangi rombongan pelaku menggunakan dua mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman pak kades, awalnya pak kades sedang menerima tamu tiba-tiba ada 2 mobil datang sempat terjadi cekcok dan kemudian terjadilah penganiayaan, untuk motif masih kita dalami," terang Pras.

2. Diserang lebih dari 10 orang dan dibacok celurit

Sampurno menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang lebih. Ia tidak hanya dipukuli, tetapi juga dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga mengalami luka di kepala, lengan, dan bahu.

ADVERTISEMENT

"Untuk motif masih kita dalami. Pelaku sekitar 10 orang menggunakan dua mobil," ujar Pras.

3. Korban sempat mengira pelaku adalah tamu

Awalnya, Sampurno tidak menaruh curiga saat rombongan datang ke rumahnya. Ia mengira mereka adalah tamu, namun situasi berubah ketika terjadi cekcok yang berujung aksi kekerasan.

4. Diduga dipicu salah paham dari kejadian sebelumnya

Pengeroyokan ini diduga dipicu kesalahpahaman. Beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut sempat terlibat perselisihan dengan terduga pelaku dalam sebuah acara pengajian.

5. Korban pilih berdamai dan anggap pelaku khilaf

Meski menjadi korban, Sampurno tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan memilih menyikapinya secara damai. Ia bahkan menyebut pelaku kemungkinan hanya khilaf.

"Mungkin Mas Dani khilaf, kasihan Mas Dani semoga jadi pelajaran bagi saya mungkin Mas Dani marah dengan saya mungkin salah paham saja," ujar Sampurno.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads