Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai melirik Jawa Timur untuk kembangkan embarkasi tanpa asrama haji menyusul uji coba di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kediri menjadi salah satu opsi karena keberadaan Bandara Dhoho.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan bahwa syarat utama embarkasi tanpa asrama haji adalah ketersediaan bandara yang memenuhi standar operasional selama musim haji.
Di Jawa Timur, Kemenhaj telah berkoordinasi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait rencana penambahan embarkasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jawa Timur seperti saya sampaikan, izin ke Bu Khofifah. Tahun depan kita tambah (embarkasi tanpa asrama haji) Dhoho. Ada Juanda, ada Dhoho Kediri," kata pria yang kerap disapa Gus Irfan ini kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Ia mengungkapkan, persiapan di Bandara Dhoho Kediri sudah dilakukan, baik dari sisi infrastruktur maupun teknis.
"Bandaranya bagus, layak. Bahkan untuk pesawat besar pun, triple seven pun, oke," katanya.
Meski demikian, Kemenhaj masih perlu membahas lebih lanjut terkait fasilitas pendukung embarkasi di Bandara Dhoho, khususnya asrama haji, bersama Pemprov Jatim.
"Tapi mungkin kita bicara asrama hajinya yang mungkin harus kita diskusikan lagi dengan Pemprov," pungkasnya.
(auh/dpe)
