Tragedi Jatuhnya Heli PK-CFX Renggut Nyawa Pilot Asal Sidoarjo

Regional

Tragedi Jatuhnya Heli PK-CFX Renggut Nyawa Pilot Asal Sidoarjo

Tim detikKalimantan - detikJatim
Sabtu, 18 Apr 2026 10:31 WIB
Seorang warga menutup hidung saat melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, Seluruh Penumpang Tewas/Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Sidoarjo -

Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menyisakan duka mendalam. Salah satu korban dalam kecelakaan tersebut diketahui merupakan pilot asal Sidoarjo, Jawa Timur.

Helikopter yang mengangkut delapan orang itu dilaporkan hilang kontak saat menjalankan penerbangan rutin di kawasan perkebunan sawit. Setelah melalui proses pencarian, seluruh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalimantan Barat di Pontianak untuk proses identifikasi. Keluarga korban tampak menunggu dengan penuh harap sejak pagi, hingga akhirnya seluruh identitas berhasil dipastikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim identifikasi Rumah Sakit Bhayangkara dan Biddokkes sudah bekerja maksimal. Dari delapan penumpang helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, seluruhnya sudah berhasil diidentifikasi," ujar Kepala RS Bhayangkara Polda Kalbar Kombes Pol dr. J. Ginting.

ADVERTISEMENT

Helikopter tersebut membawa dua kru dan enam penumpang. Pilot yang menjadi korban adalah Capt. Marindra Wibowo, yang berasal dari Sidoarjo, bersama co-pilot Harun Arasyd. Sementara para penumpang merupakan bagian dari perusahaan perkebunan, termasuk satu warga negara Malaysia.

Identitas penumpang yakni Patrick Kee Chuan Peng (Penumpang, Warga Negara Malaysia), Victor Tan Keng Liam (Penumpang), Joko Catur Prasetyo (Penumpang), Charles Dominson Lakidang (Penumpang, Warga Kalimantan Barat), Fauzi Organta (Penumpang, Warga Kota Jambi) dan Sugito (Penumpang).

Diketahui, helikopter dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara dan digunakan untuk mobilisasi di area perkebunan sawit dalam satu grup perusahaan. Rute penerbangan tersebut disebut sebagai jalur rutin yang biasa dilalui.

Sebelum kejadian, helikopter dijadwalkan tiba di helipad milik PT Graha Agro Nusantara di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.50 WIB. Namun, helikopter dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah Sekadau.

Pihak operator memastikan bahwa helikopter dalam kondisi layak terbang sebelum keberangkatan. Tidak ditemukan adanya kendala teknis dari sisi mesin maupun kesiapan kru.

"Pada saat sebelum keberangkatan, helikopter dinyatakan layak," ungkap perwakilan PT Matthew Air Nusantara, I Made Topan.

Meski begitu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut helikopter tersebut tidak dilengkapi dengan black box, sehingga investigasi akan mengandalkan data teknis lain serta temuan di lokasi kejadian.

Seiring dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup. Namun, proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter masih terus berlanjut.

Berita ini sudah tayang di detikKalimantan, baca berita selengkapnya di sini!




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads