Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Saat Bertemu Buaya di Sungai

Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Saat Bertemu Buaya di Sungai

Jihan Navira - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 01:00 WIB
Ilustrasi buaya
Ilustrasi buaya. Foto: Getty Images/Ozbalci
Surabaya -

Beberapa waktu ini, Kota Surabaya dihebohkan dengan penemuan buaya di sungai hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

Tapi tahu kah kamu? Buaya-buaya tersebut bisa jadi bukan nyasar, tapi memang kita yang sedang melihat aktivitas buaya di habitatnya.

Lantas, bagaimana jika kita bertemu atau melihat buaya di sekitar kita? Jangan panik dan lakukan hal-hal di bawah ini. Jadi, simak sampai habis ya, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Buaya dan Apa Bedanya dengan Buaya Muara?

Secara umum, buaya adalah istilah umum untuk semua jenis reptil berkaki empat yang hidup di air, dan termasuk famili Crocodylidae. Sedangkan, buaya muara adalah salah satu jenis buaya tertentu, yaitu Crocodylus porosus (saltwater crocodile).

ADVERTISEMENT

Spesies spesifik yang dikenal sebagai buaya air asin ini disebut-sebut sebagai yang paling besar dan ganas di antara buaya yang ada di Indonesia.

Menurut jurnal berjudul "Perilaku Harian Buaya Muara (Crocodylus porosus, Schneider 1801) di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja" oleh Purwo Setio dkk, buaya jenis ini tersebar di seluruh perairan Indonesia, mulai Sumatera hingga Irian Jaya.

Umumnya, buaya muara memiliki habitat di wilayah perairan payau, terkadang juga ditemukan di sungai air tawar dan rawa. Buaya muara jantan umumnya lebih besar dan panjang dengan kisaran 5-6 meter, sedangkan betina panjangnya berkisar 2,5-3 meter dengan ukuran tubuh lebih kecil.

Pada individu dewasa, buaya muara memiliki warna tubuh yang lebih gelap daripada saat masih remaja. Bagian ventral tubuhnya berwarna kuning gading kecuali di bagian ekor, yaitu abu-abu. Berbeda dengan buaya muara, berdasarkan berbagai sumber, beberapa jenis buaya lain, misalnya buaya siam, lebih kecil dan ramping.

Buaya muara berwarna abu‑abu kecokelatan sampai agak gelap, dengan perut lebih terang (putih atau kuning pucat), sedangkan beberapa buaya lain (seperti buaya Nil atau buaya siam) memiliki pola dan warna tubuh yang tampak lebih terang atau berbeda.

Kondisi yang Memaksa Hidup Berdampingan dengan Buaya

Melalui unggahannya, Call 112 Surabaya juga mengedukasi masyarakat bahwa kemunculan buaya bukanlah hal yang aneh, apalagi jika lokasinya dekat mangrove atau muara, termasuk jika melihat buaya di sungai dekat permukiman, karena itu memang bagian dari lingkungan alaminya sejak awal.

Seperti halnya buaya muara, buaya juga dapat hidup di sungai, muara, dan mangrove karena di tempat-tempat tersebut terdapat akses makanan, perlindungan, dan air yang dibutuhkan buaya untuk bertahan hidup.

Ketika manusia semakin dekat atau beraktivitas di habitat tersebut, buaya akan dianggap memasuki wilayah manusia karena lebih sering terlihat. Buaya juga akan dianggap sebagai "ancaman yang tiba-tiba muncul", padahal manusialah yang menggeser habitat buaya-buaya ini.

Sayangnya, tidak semua buaya bisa dipindahkan. Terlebih lagi tempat-tempat tersebut sebenarnya memang habitat buaya. Hal yang penting untuk dipahami adalah bagaimana untuk tetap aman dan bisa hidup berdampingan dengan buaya.

Oleh karena itu, Call 112 Surabaya menyampaikan bahwa buaya-buaya tersebut hanya mendapat tindakan berupa mengurangi risiko dengan cara melakukan pemantauan, penilaian bahaya, dan penanganan jika diperlukan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Situasi hidup berdampingan dengan buaya tetap tidak bisa dianggap aman. Call 112 Surabaya melalui unggahannya membagikan bagaimana cara kita sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan buaya untuk turut mengurangi risiko secara mandiri sebagai berikut.

  • Menghindari aktivitas di sungai.
  • Jangan membuang sisa makanan yang bisa menarik buaya.
  • Mengimbau kepada warga untuk selalu waspada pada pagi dan sore hari saat buaya lebih aktif.
  • Apabila masyarakat berada pada situasi atau kondisi tertentu dan jika membutuhkan bantuan darurat, segera hubungi 112 atau WhatsApp chat 081131112112.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, mari saling menjaga, mengingatkan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar," tulis Call 112 Surabaya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads