Pabrik wood pellet atau pelet kayu milik PT Global Energi Biomas di Dusun Jatisari, Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, terbakar hebat. Kebakaran hingga Senin (20/4/2026) dini hari.
Laporan kebakaran diterima oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pos Rejoso sekitar pukul 22.35 WIB, Minggu (19/4/2024).
Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk, Imam Ashari mengatakan, usai menerima laporan petugas langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Proses pemadaman disebut Imam cukup sulit, karena material kayu yang mudah terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas tiba di lokasi pukul 22.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat lebih luas," ujar Imam, Senin (20/4/2026).
Imam menjelaskan, api pertama kali diketahui oleh penjaga malam saat patroli rutin. Saat itu, kobaran api sudah besar, sehingga ia berteriak meminta bantuan warga sekitar.
"Penjaga malam melihat api sudah membesar. Kemudian meminta tolong warga dan melaporkan ke Pos Damkar Rejoso," urai Imam.
Empat unit armada pemadam diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut, melibatkan Pos Damkar Rejoso, Mako Damkar Nganjuk, serta Pos Damkar Lengkong.
"Petugas kami juga dibantu kepolisian, TNI, perangkat desa, hingga warga sekitar untuk proses pemadaman," lanjut Imam.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api baru berhasil dipadamkan pada Senin (20/4/2026), dini hari, sekitar pukul 01.20 WIB.
Imam memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Adapun material yang hangus terbakar adalah bahan wood pellet atau pelet kayu, sedangkan bangunan pabriknya masih utuh.
"Korban jiwa nihil. Namun kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 25 juta," tambah Imam.
Pihaknya belum bisa menduga apa penyebab kebakaran tersebut.
"Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Kami juga mengingatkan pemilik pabrik agar sistem keamanan dan pengawasan ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa," pungkas Imam.
(irb/hil)
