Pemkot Kediri, Polres Kediri Kota, dan TNI meluncurkan program Ronda Digital. Program kegiatan tersebut ditujukan untuk mencegah dan mengantisipasi gangguan keamanan dia wilayah Kota Kediri terutama di lingkungan pemukiman dan lingkungan RT.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Kota Kediri itu langsung dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto. Kabaharkam mendorong jajaran kepolisian di daerah agar lebih aktif berkolaborasi dengan masyarakat serta hadir langsung di tengah warga. Hal itu dia anggap penting demi memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan itu disampaikan Karyoto usai menghadiri kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama Forkopimda dan masyarakat Kota Kediri, Senin (20/4) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam tugas-tugas kepolisian secara preventif, kami berharap anggota di wilayah lebih banyak melakukan langkah nyata. Harus lebih sering berkolaborasi dan hadir di tengah masyarakat," kata Karyoto.
Ia menegaskan, kehadiran polisi tidak cukup hanya sekadar terlihat, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, peran polisi harus terasa dalam aktivitas sehari-hari warga.
"Bukan hanya muncul, tapi juga harus terlihat manfaatnya. Misalnya pagi membantu mengatur lalu lintas, siang hingga sore melakukan patroli, termasuk saat jam pulang kerja ikut menjaga keamanan," tambahnya.
Karyoto juga menyoroti pentingnya sinergi tiga pilar di lingkungan, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan. Ia menilai kolaborasi tersebut harus terus diperkuat untuk mendeteksi dan menangani persoalan sosial sejak dini.
"Tiga pilar ini harus selalu bersama. Setiap masalah harus segera diidentifikasi, yang besar diperkecil, yang kecil dihilangkan. Pemerintah harus bersatu dengan masyarakat, akademisi, dan media. Peran media juga sangat penting," jelasnya.
Selain itu, Karyoto turut menitipkan pesan kepada generasi muda agar memiliki tanggung jawab terhadap daerahnya. Ia juga mengingatkan agar kemampuan bela diri digunakan untuk hal positif.
"Bangunlah kebanggaan terhadap daerah sendiri. Kalau punya kemampuan bela diri, gunakan untuk hal baik, bukan untuk menyakiti orang lain," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memperkenalkan program Ronda Digital berbasis integrasi CCTV di tingkat kecamatan.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu menjelaskan, sistem ronda konvensional kini diperkuat dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lingkungan.
"Kalau dulu ronda dilakukan keliling kampung, sekarang kita dukung dengan teknologi. CCTV yang terintegrasi ini memudahkan pemantauan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan," ujarnya.
Saat ini, tercatat sekitar 1.580 unit CCTV telah terpasang di wilayah Kecamatan Kota dan sistem tersebut sudah berjalan di 17 kelurahan. Dengan sistem ini, masyarakat juga dapat memantau kondisi lingkungannya secara real time dari rumah.
(irb/dpe)