Kartini di Sidoarjo Diajak Sinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Kartini di Sidoarjo Diajak Sinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 11:15 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo menjadi agen perubahan.
Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo menjadi agen perubahan. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Peringatan Hari Kartini 2026 di Sidoarjo tak sekadar seremonial. Kaum perempuan, khususnya ibu-ibu, didorong bisa mengikuti tantangan zaman hingga menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kami mengajak seluruh kader PKK dan perempuan di Sidoarjo untuk terus bersinergi, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Jadilah perempuan tangguh, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak sekadar kegiatan seremonial tetapi menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani semangat RA Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan gender.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perempuan masa kini dituntut menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berdaya tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan pendidik utama di keluarga," tuturnya.

Ia juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Jawa Timur. Dirinya menilai peran orang tua sangat penting dalam mencegah hal itu.

ADVERTISEMENT

"Kita harus aktif bertanya kepada anak tentang perasaannya di sekolah. Jangan sampai anak lebih memilih curhat ke teman sebaya yang belum tentu memberikan solusi tepat," ungkapnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo menjadi agen perubahan.Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo menjadi agen perubahan. (Foto: Istimewa)

Kerja sama yang baik antara pihak orang tua dengan lembaga pendidikan juga disebut menjadi salah satu upaya pencegahan kekerasan.

"Diperlukan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah agar lingkungan belajar aman dan nyaman," imbuhnya.

Istri Bupati Subandi tersebut turut menegaskan, melalui gerakan PKK perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga yang kuat, menurutnya, akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

Hari Kartini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki daya tangguh dan tidak boleh menyerah menghadapi tantangan.

"Jangan takluk pada rasa putus asa. Kita harus optimis dan terus semangat. Semoga kita menjadi perempuan yang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi bersama ibu-ibu Kartini di Sidoarjo. dok. Istimewa




(dpe/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads