Sebanyak 19 siswa SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, dilaporkan mengalami gejala gatal-gatal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Puskesmas Batulenger, dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebut penanganan dilakukan dengan cepat sehingga para siswa tidak perlu menjalani rawat inap yang lama.
"Siswa-siswi yang berobat ke Puskesmas kurang lebih 19 orang. Di puskesmas hanya sekitar 1 jam saja," ujar dr. Amalia kepada detikJatim, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapatkan pemeriksaan, belasan siswa tersebut diberikan penanganan berupa obat-obatan luar dan dalam. Kondisi mereka dinyatakan membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
"Mereka (sembuh) diberi obat minum dan obat oles," imbuhnya.
Terkait penyebab pasti gatal-gatal tersebut, dr. Amalia belum bisa memastikan apakah bersumber langsung dari menu MBG atau faktor lain. Berdasarkan pengakuan para siswa, rasa gatal muncul setelah mereka mengonsumsi makanan tersebut. Namun, dr. Amalia mencatat bahwa mayoritas siswa lain di sekolah yang sama tidak mengalami keluhan serupa.
"Menurut keterangan dari siswa-siswi seperti itu (karena MBG), tetapi masih diperiksa ulang apakah penyebabnya dari MBG atau bukan. Karena kalau memang dari MBG, maka seharusnya akan terkena semua, tapi ini hanya sebagian kecil yang terkena," jelasnya.
Dugaan sementara, munculnya reaksi gatal tersebut dipicu oleh alergi spesifik terhadap salah satu kandungan makanan pada beberapa siswa.
Pihak Puskesmas Batulenger berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan guna memastikan penyebab klinis dari kejadian tersebut.
"Kami akan periksa lebih lanjut. Kami juga tetap memantau perkembangan kondisi siswa yang mengalami gatal-gatal itu," pungkasnya.
Sebelumnya, belasan siswa SDN Bira Tengah 1, Sokobanah, Sampang, dilarikan ke puskesmas setempat usai mengalami gatal-gatal. Para siswa menjalani perawatan dengan tubuh dilumuri bedak pada bagian yang terasa gatal.
Kejadian yang berlangsung Rabu (22/4/2026) siang itu terekam dalam sejumlah video dan viral di media sosial. Dalam video, terlihat beberapa siswa yang mengalami gatal-gatal massal mengantre berobat di puskesmas. Mereka tampak terus menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal.
"Ecapok MBG getel kabbi (kena MBG gatal semua), wak nyosol-nyosol deteng pole (menyusul nyusul datang lagi (siswa yang gatal))," kata warga dalam video yang dilihat detikJatim, Kamis (23/4/2026).
(auh/abq)
