Pembangunan jembatan di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Ponorogo membawa dampak besar bagi aktivitas warga, khususnya para pelajar. Sebelumnya, siswa harus menghadapi jalur berbahaya bahkan harus digendong guru saat menyeberang.
Salah satu siswa, Queenshia Muria Gusti, mengaku kini bisa berangkat sekolah dengan lebih aman. Ia menyebut, sebelum ada jembatan, kondisi jalur sangat rawan, terutama saat hujan.
"Kadang digendong guru, kadang jalan sendiri. Kalau hujan sering longsor," ujarnya, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih pak polisi sudah membuatkan jembatan ini. Sekarang saya bisa sekolah dengan aman. Dulu jalannya berbahaya," imbuhnya.
Kepala SDN Wagir Lor, Zainal Abidin mengatakan, para guru bahkan harus bergiliran membantu siswa menyeberang setiap hari.
"Perjuangan anak-anak luar biasa. Guru kami jadwalkan bergiliran untuk menyeberangkan siswa, bahkan bisa dua kali sehari," katanya.
Ia mengapresiasi pembangunan jembatan yang kini membuat akses lebih aman dan lancar.
"Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres dan Kapolsek. Akses siswa sekarang jauh lebih baik," ujarnya.
Warga setempat, Puji Mustikasari, juga merasakan manfaatnya, terutama untuk aktivitas anak sekolah.
"Sangat membantu. Dulu jembatan darurat lebih berbahaya, sekarang lebih aman," katanya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program prioritas untuk membantu akses masyarakat, khususnya pelajar.
"Ini merupakan atensi dari Presiden dan Kapolri agar akses anak-anak sekolah dimudahkan. Lokasi yang kami bangun memang sangat krusial," ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan sekitar tiga bulan dengan anggaran ratusan juta rupiah per titik.
"Sekarang jembatan yang sebelumnya rawan sudah bisa dilalui dengan aman," pungkasnya.
(auh/hil)
