Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengaku siap maju mengabdi untuk maju sebagai calon ketua Tanfidziyah (ketua umum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Gus Salam mengaku telah sowan ke sejumlah kiai sepuh di Indonesia. Bahkan, Gus Salam sudah meminta izin kepada Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
"Sudah menyampaikan langsung ke Gus Yahya pas kebetulan bertemu di Yogyakarta. Kemudian dengan Gus Ipul saya bertemu di Jombang," kata Gus Salam di Surabaya, Rabu (29/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Salam menyebut Gus Yahya dan Gus Ipul sama-sama memberikan respons positif. "Beliau terbuka, Gus Ipul menyampaikan silakan berproses, Gus Yahya juga terbuka semua pihak boleh berikhtiar," tambahnya.
Selain Gus Yahya dan Gus Ipul, Gus Salam mengaku sudah sowan ke banyak kiai sepuh baik di Jawa Timur dan wilayah lain di Indonesia.
"Kami ikhtiar, kami sudah sowan ke kiai sepuh. Kami sudah sowan ke Kiai Nurul Huda Ploso, Kiai Anwar Manshur Lirboyo, Kiai Kafabihi Mahrus Lirboyo, Kiai Kholil As'ad Situbondo, Kiai Fuad Nurhasan Sidogiri, Kiai Miftachul Akhyar, Kiai Abdul Hannan Kediri," jelasnya.
"Di Jakarta Kiai Ma'ruf Amin, Kiai Said Aqil. Kemudian Kiai Ubaidillah Ruhiyat Jawa Badat, yang Ponpes-nya pernah menjadi lokasi Muktamar 1994. Lalu ada Rois Syuriah Kiai Abun Bunyamin, Kiai Nuh Addawami," tambanhnya.
"Kemudian di Kalimantan Selatan saya sowan ke Guru Wildan, Jawa Tengah ke Kiai Ubaidullah Shodaqoh. Dan masih ada lagi yang akan saya sowani, termasuk di Jawa Timur, kemarin juga sudah bertemu Kiai Asep Saifuddin Chalim," lanjutnya.
Gus Salam mengaku respons para kiai sangat baik. "Para masyayikh memberikan doa restu untuk mengabdi di Muktamar NU tahun ini," tambahnya.
Gus Salam ingin, agar NU bisa harmonis seperti sedia kala. Sebab, ia melihat saat ini islah yang terjadi di tubuh PBNU hanyalah islah semu.
"Saya lihatnya sekarang islah itu islah semu. Kepentingan organisasi sudah tidak berjalan, dibuktikan dengan menumpuknya SK-SK cabang NU hingga wilayah yang belum selesai dikeluarkan PBNU. Cenderung stagnan," tandasnya.
(auh/abq)