Pengendara Sambat Jl Jagir Masih Tutup Imbas Demo Sopir Truk di Pertamina

Pengendara Sambat Jl Jagir Masih Tutup Imbas Demo Sopir Truk di Pertamina

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Rabu, 29 Apr 2026 20:50 WIB
Jalan Jagir Surabaya yang masih ditutup dari kendaraan dari perempatan Ngagel maupun dari Pasar Wonokromo.
Jalan Jagir Surabaya yang masih ditutup dari kendaraan dari perempatan Ngagel maupun dari Pasar Wonokromo. (Foto: Dimas Linang Jati/detikJatim)
Surabaya -

Pengendara di Surabaya masih terjebak kepadatan di perempatan Jalan Ngagel menuju Pasar Wonokromo, imbas penutupan Jalan Jagir dampak demo sopir truk di depan kantor Pertamina. Ada salah satu pengendara yang bahkan hendak pulang ke Klampis dari kawasan Jalan Ketintang harus memilih memutar lewat Ngagel.

"Rumah saya di Klampis Malang, saya tadi dari Ketintang mau pulang rumah. Sore tadi sudah kejebak macet, terus saya balik lagi, pas mau pulang ini ternyata belum selesai demonya. Ini kayaknya mau mutar lewat Ngagel aja," ujar Yola saat ditemui detikJatim, Rabu (29/4/2026) malam.

Yola berpendapat bila demo seperti ini terus terjadi dia mengaku yang akan mengalami kesulitan adalah pengguna jalan seperti dirinya. Padahal, setelah seharian bekerja dia berharap bisa cepat sampai di rumah dengan melintasi Jalan Jagir yang menghubungkan Wonokromo dengan kawasan Jalan Raya Panjang Jiwo hingga ke Klampis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agak susah ya mas buat pulang. Ini tadi katanya juga bisa sampai besok. Kalau sampai besok sangat menghambat juga kalau mau kerja. Tadi mau ke sini dari depan DTC sudah macet. Sebelumnya di Flyover RSI itu juga sudah macet lumayan panjang," katanya.

"Kalau begini terus sih kehambat ya aktivitasnya orang-orang jadinya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Aksi demo sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) di depan Kantor Pertamina MOR V yang sudah sejak Rabu (29/4) sore masih berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.

Para sopir peserta demonstrasi masih menunggu hasil negosiasi antara pihak Pertamina dengan perwakilan GSJT di dalam kantor. Koordinator GSJT Supriyono menyatakan hasil negosiasi menunjukkan hasil positif dan mereka berharap satu tuntutan dipenuhi Pertamina sehingga mereka bisa pulang dengan damai.

Jalan Jagir Surabaya yang masih ditutup dari kendaraan dari perempatan Ngagel maupun dari Pasar Wonokromo.Jalan Jagir Surabaya yang masih ditutup dari kendaraan dari perempatan Ngagel maupun dari Pasar Wonokromo. (Foto: Dimas Linang Jati/detikJatim)

"Saat ini sedang break menuju negosiasi kedua. Dari pihak Pertamina sudah menyajikan penyelesaian barcode yang terblokir itu bisa 1x24 jam. Yang biasanya itu butuh berhari-hari," kata Supriyono ditemui detikJatim sekitar pukul 19.05 WIB.

Di jam tersebut Supriyono menjelaskan bahwa pihak Pertamina dan perwakilan GSJT akan kembali melanjutkan negosiasi kedua setelah jeda. Menurutnya, persoalan utama yang masih dibahas adalah solusi bagi kendaraan yang barcode-nya tiba-tiba terblokir saat sedang dalam perjalanan distribusi barang.

"Karena ketika kami melakukan penggandaan tangki, itu kan karena barcode-nya susah, setelah itu jalur logistik yang di Kalimantan juga tidak ada. Ketika barcode terblokir, yang jelas kami kan tidak ngisi. Itu kita lagi cari cara untuk yang terblokir tapi masih bisa ngisi sambil pembaruan sistem 1x24 jam," jelasnya.

Meski belum ada keputusan final, Supriyono optimistis negosiasi lanjutan akan menghasilkan solusi. Ia menegaskan apabila tuntutan utama soal barcode dipenuhi, massa aksi siap membubarkan diri dan kembali pulang.

"Kalau ini selesai semua, ya kami pulang," tegasnya.

Di tengah proses audiensi, GSJT juga mengimbau peserta aksi tetap tenang dan menjaga ketertiban, termasuk tidak menyalakan klakson berlebihan demi menghormati warga sekitar lokasi aksi.

"Kami himbau untuk mematikan sound. Kita kan juga saling menghargai. Karena di belakang juga kampung yang mungkin juga anak-anak kecil, juga yang mau istirahat," katanya.

Supriyadi juga mengimbau kepada massa aksi untuk tidak melakukan tindakan apapun yang mungkin bisa memicu atau memperkuruh keadaan apalagi memancing emosional baik antar pihak maupun antar aliansi.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads