May Day Nganjuk, Ratusan Buruh Long March-Ziarah ke Makam Marsinah

May Day Nganjuk, Ratusan Buruh Long March-Ziarah ke Makam Marsinah

Bakrie - detikJatim
Jumat, 01 Mei 2026 14:45 WIB
Ratusan Buruh Long March dan Ziarah ke Makam Marsinah
Ratusan Buruh Long March dan Ziarah ke Makam Marsinah. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Sekitar 500 massa serikat buruh dari berbagai organisasi di Kabupaten Nganjuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), dengan berziarah ke makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Jumat (1/5/2026).

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, ratusan buruh awalnya melakukan long march, sekitar pukul 09.30 WIB dari balai desa setempat menuju lokasi makam, yang berjarak sekitar 500 meter.

Massa tampak membawa bendera dan atribut masing-masing serikat. Kegiatan ini juga diikuti lintas elemen, mulai dari serikat buruh, LSM hingga komunitas masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian acara diisi dengan doa bersama, tabur bunga, serta refleksi perjuangan untuk melanjutkan semangat Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

ADVERTISEMENT

Ketua FSB Kikes KSBSI Nganjuk, Kelik Widiwahyuno yang memimpin rombongan ziarah mengatakan, pihaknya mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden atas gelar Pahlawan Nasional Mbak Marsinah. Semangat juang Mbak Marsinah akan tetap kami lanjutkan, tidak hanya untuk buruh di Nganjuk, tapi seluruh Indonesia," ujar Kelik.

Kelik menyebut, sekitar 500 orang dari KSBSI bersama elemen lain turut ambil bagian dalam ziarah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini difokuskan pada doa bersama sebagai bentuk penghormatan setelah Marsinah resmi menyandang gelar pahlawan.

"Kami hanya satu tujuan, berdoa bersama. Selain mendoakan arwah beliau, ribuan doa kami kirimkan untuk Mbak Marsinah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kelik berharap penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menjadi momentum bagi pemerintah dan dunia usaha untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan buruh.

"Ini harus menjadi lecutan bagi pemerintah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, serta pengusaha agar sama-sama mematuhi aturan yang berlaku demi kesejahteraan buruh," ungkapnya.

Kelik meyakini, setiap peringatan 1 Mei ke depan akan semakin banyak buruh dari berbagai daerah di Indonesia yang datang ke Nglundo.

"Tidak hanya berziarah, tetapi juga napak tilas mengenang perjuangan Mbak Marsinah di museum yang ada sekarang," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads