Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Pemuda yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 20 hotel di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, sempat memesan makanan di kafe sebelum kejadian. Hal itu terungkap dari keterangan saksi waitress.
Saksi sempat melihat aktivitas korban setibanya di lantai 20 pada Sabtu (2/5) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 22.00 WIB saksi (waitress) menerangkan bahwa pukul 21.43 WIB korban datang ke lantai 20 (tempat cafe) dan pukul 21.48 WIB korban pesan makanan fruit garden salad," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya, Minggu (3/5/2026).
Setelah memesan, korban disebut duduk di area teras kafe. Tak lama, makanan diantar dan korban disebut sempat makan.
"Lalu saksi melihat korban duduk di teras cafe lantai 20, kemudian 5 menit saksi mengantarkan makanan di teras cafe, lalu saksi juga melihat korban sedang makan," tutur Vian.
Kemudian petugas keamanan mendengar suara seperti benda yang jatuh dari arah atas.
"Selanjutnya saksi 2 (satpam hotel) sewaktu di pos satpam pintu keluar mendengar bahwa ada suara barang terjatuh. Lalu saksi mencari dan melihat ada korban sudah tergeletak di parkir lobi hotel," lanjut Vian.
Satpam hotel pun langsung melaporkan peristiwa ini ke manager hotel dan menelpon Call Center 112 serta melaporkan ke Polsek Genteng.
"(Laporan) diteruskan ke Inafis Polrestabes Surabaya guna dilakukan olah TKP," beber Vian.
Diberitakan seorang pria diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 20 salah satu hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5) malam hingga sempat menggegerkan warga.
Korban diketahui bernama R0 (21), warga asal Madiun.
"Setelah dilakukan olah TKP bahwa benar korban meninggal dunia diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 20. Untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan visum luar dan visum dalam (autopsi)," ujar Vian.
Korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani visum.
(irb/hil)
