Cerita Rumah 'Ngeyel' yang Bikin Proyek Jalan Tol Rp 25 Triliun Putus

Cerita Rumah 'Ngeyel' yang Bikin Proyek Jalan Tol Rp 25 Triliun Putus

Sekar Aqillah Indraswari - detikJatim
Minggu, 03 Mei 2026 22:00 WIB
Penampakan rumah di India yang menutupi jalan tol
Penampakan rumah di India yang menutupi jalan tol (Foto: via News 24 Online)
Surabaya -

Pembangunan jalan tol umumnya diawali dengan proses pembebasan lahan. Seluruh bangunan yang terdampak harus digusur, dengan kompensasi bagi pemilik lahan.

Namun, proses ini tak selalu berjalan mulus. Tak semua pemilik lahan bersedia melepas tanahnya, terutama jika nilai ganti rugi dianggap tidak sesuai. Fenomena ini dikenal dengan istilah nail house, yakni rumah yang tetap bertahan di tengah proyek pembangunan.

Kasus serupa ternyata juga terjadi di India. Rumah itu berada di desa Mandola di Ghaziabad, Uttar Pradesh yang kini berdiri di tengah Jalan Tol Delhi-Dehradun sepanjang 213 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik rumah tersebut adalah mendiang Dr. Veersen Saroha. Ia menolak penggusuran bukan hanya karena proyek jalan tol, tetapi sudah bermula sejak rencana pembangunan perumahan oleh Dewan Perumahan Uttar Pradesh pada 1998.

Proyek perumahan itu mencakup enam desa dengan total lahan sekitar 2.614 hektare, melibatkan lebih dari 1.000 petani dan warga. Rumah Veersen termasuk yang terdampak.

ADVERTISEMENT

Veersen menolak digusur karena nilai kompensasi yang ditawarkan dinilai terlalu kecil, yakni sekitar Rp 209 ribu per meter persegi. Sementara itu, sekitar 94 persen warga lainnya telah menerima ganti rugi.

Veersen telah menggugat di Pengadilan Tinggi Allahabad untuk meminta kompensasi yang lebih tinggi pada 2007. Gugatan ini berjalan bertahun-tahun hingga Dewan Perumahan Uttar Pradesh memutuskan menentukan batas tanah lebih dulu dan tidak menunggu pemilik rumah yang menolak.

Dilansir The Indian Express, sebelum masalah tersebut selesai, Veersen meninggal dunia dan lahan tersebut diberikan kepada cucunya, Lakshyaveer Saroha.

Beberapa tahun kemudian, Otoritas Jalan Raya Nasional India (NHAI) mengumumkan akan meluncurkan jalan tol dari Akshardham di Delhi ke Dehradun di Uttarakhand pada 2020 dengan panjang jalan 212 km. Proyek tersebut melewati lahan rumah Saroha.

Jalanan tersebut dibagi dua bagian, 14,7 km dari Akshardham ke perbatasan UP di Loni serta 16 km dari Loni ke Khekra di EPE. Kedua bagian ini telah selesai kecuali 1.600 meter persegi yang merupakan lahan rumah Veersen yang tidak bisa digusur karena gugatan pertama belum selesai.

Tol yang mengepung rumah Saroha sudah diresmikan pada Selasa (14/4/2026) oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Lakshyaveer Saroha menggugat NHAI ke Mahkamah Agung karena tanah miliknya diberikan kepada NHAI padahal itu bukan tanah pemerintah. Saat ini laporan tersebut sudah diserahkan ke Pengadilan Tinggi cabang Locknow. Mahkamah Agung berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat agar seluruh jalan tol dapat beroperasi segera tanpa membahayakan siapa pun.

Ada pun, Jalan Tol Delhi-Dehradun ini dibangun karena bisa memangkas waktu tempuh antara kedua kota dari 6 jam menjadi hanya 2-2,5 jam. Estimasi biaya proyek ini sekitar Rp 22-25 triliun. Dibuat dengan enam jalur yang terkontrol aksesnya dan batas kecepatan 100 km/jam. Koridor ini mencakup 14 fasilitas di sepanjang jalan, beberapa jembatan, persimpangan, dan jembatan layang kereta api.

Artikel ini telah tayang di detikProperti. Baca selengkapnya di sini!




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads