Tokoh Nahdliyin Jatim Ungkap Nama-nama yang Hendak Maju Caketum PBNU

Tokoh Nahdliyin Jatim Ungkap Nama-nama yang Hendak Maju Caketum PBNU

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 04 Mei 2026 20:30 WIB
Tokoh Muda Nahdliyin Jatim, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.
Tokoh Muda Nahdliyin Jatim, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan Muktamar NU digelar bulan Agustus. Tokoh Muda Nahdliyin Jatim, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menyebut saat ini ada sejumlah nama yang berpeluang maju Caketum PBNU.

"Saya mencermati dari dekat percaturan para aktor utama dalam Muktamar ke-35 ini. Pertama, Calon Ketua Umum petahana, KH Yahya Cholil Staquf. Pada posisi saat ini, Kiai Yahya sedang mencari pasangan untuk posisi Rais Aam yang dapat memperkuat basis dukungan sekaligus memperluas legitimasi," kata Khalilur kepada detikJatim, Senin (4/5/2026).

"Kedua, Rais Aam petahana, KH Miftachul Akhyar. Kiai Miftach berada dalam konfigurasi bersama Sekretaris Jenderal petahana, Saifullah Yusuf. Pada tahap ini, keduanya tengah mencari figur yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang akrab disapa Gus Lilur ini kemudian menyebut poros ketiga yang disokong oleh kekuatan penguasa, yakni Menteri Agama Nazaruddin Umar.

"Saat ini Pak Nazaruddin dalam proses mencari pasangan untuk posisi Rais Aam. Keempat, terdapat poros yang disokong oleh jaringan PKB dan IKA PMII. Dalam kelompok ini masih berlangsung kontestasi internal di antara sejumlah nama, yaitu KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudhori, KH Imam Jazuli, dan KH Abdul Ghoffar Rozin. Namun satu hal yang relatif sudah mengerucut adalah pengusungan KH Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam," bebernya.

ADVERTISEMENT

"Kelima, kekuatan yang disokong oleh jejaring PWNU Jawa Timur, yang mendorong figur KH Abdul Hakim Mahfuz. Pada posisi saat ini, poros ini masih dalam tahap mencari pasangan untuk posisi Rais Aam," tambahnya.

Keenam, Gus Lilur membeberkan munculnya calon alternatif yang juga berakar pada jejaring NU Jawa Timur, yaitu KH Marzuki Mustamar.

"Berbeda dengan poros sebelumnya, konfigurasi ini sudah lebih jelas dengan memastikan dukungan kepada Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam," terangnya.

Gus Lilur berharap agar Muktamar NU bisa berjalan baik dan menghasilkan pemimpin yang bisa amanah dalam menjaga kepercayaan umat.

"Semoga Muktamar ke-35 benar-benar menjadi ruang untuk mengembalikan NU sebagai organisasi yang berdaulat, bermartabat, dan bebas dari intervensi," jelasnya.

"Mari wujudkan NU yang berdikari dan bebas intervensi. Sebab hanya dengan begitu, NU bisa berdiri kokoh sebagai kekuatan moral bangsa," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads