Destinasi wisata Kampung Kayutangan Heritage tengah menjadi sorotan. Bukan hanya soal 'getok' parkir mahal, pelayanan di kampung wisata turut dikeluhkan.
Setelah petugas loket pembayaran bersikap ketus terhadap wisatawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage.
"Sudah kami sampaikan kepada Ketua Pokdarwis, untuk ditindaklanjuti dan menjadi perhatian," ujar Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baihaqi meminta agar petugas dapat bersikap ramah terhadap wisatawan, selain memberikan informasi yang bisa bermanfaat bagi pengunjung.
"Seluruh petugas dalam melayani wisatawan, apapun yang terjadi, harus tetap ramah, mengarahkan, memberikan informasi yang terbaik," ujarnya.
Baihaqi mengaku, bahwa pengelolaan Kampung Kayutangan Heritage sepenuhnya dikelola oleh masyarakat setempat. Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu dikenakan kepada setiap pengunjung untuk mendukung operasional Kampung Kayutangan.
"Di situ dikelola Pokdarwis, karena menjadi salah satu destinasi Kota Malang berbasis masyarakat, dan karena asetnya masyarakat," bebernya.
Menurut Baihaqi pengenaan tarif masuk Kampung Kayutangan Heritage sebesar Rp 5 ribu sudah berlaku sejak kampung di Jalan Basuki Rahmat resmi menjadi destinasi wisata.
"Tarif masuk berlaku sejak aktivasi Kampung Kayutangan," tegasnya.
Baihaqi menyatakan, jika melihat animo wisatawan berkunjung ke Kota Malang, khususnya kampung tematik dinilai cukup besar. Namun, pihaknya belum menerima data terbaru jumlah kunjungan wisatawan dari pengelola kampung tematik.
"Kunjungan wisatawan di Kota Malang long weekend ini cenderung mengalami peningkatan. Kita lihat, pergerakan wisatawan di kampung-kampung tematik, terutama di Kampung Kayutangan terus menggeliat," tuturnya.
Terkait pelayanan tak ramah petugas loket Kampung Kayutangan Heritage terhadap wisatawan, Baihaqi menegaskan telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage untuk ditindaklanjuti.
"Iya langsung tadi itu. Laporan ke saya, Pokdarwisnya sudah dipanggil, sudah dikumpulkan, semua petugas-petugas loket dan semuanya di dalam melayani wisatawan harus tetap ramah, berikan layanan yang terbaik, karena wisatawan itu adalah tamu maka harus kita perlakukan sebaik mungkin," pungkasnya.
(auh/abq)