Viral Pelayanan Kayutangan Heritage Tak Ramah, Ini Langkah Disporapar

Viral Pelayanan Kayutangan Heritage Tak Ramah, Ini Langkah Disporapar

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 04 Mei 2026 23:45 WIB
Suasana di Kampung Kayutangan Heritage.
Kampung Kayutangan Heritage (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Pelayanan petugas loket Kampung Kayutangan Heritage dikeluhkan, karena cetus terhadap wisatawan. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang pun melayangkan teguran.

Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi mengaku langsung turun tangan melakukan evaluasi mendalam kepada pengelola setempat guna memastikan kenyamanan pengunjung tidak terganggu.

Baihaqi menegaskan bahwa dirinya telah menjalin koordinasi intensif dengan Pokdarwis Kayutangan Heritage, untuk memberikan pembinaan bagi para petugas di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya juga meminta agar kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga agar seluruh elemen pengelola wisata di kampung tematik mengedepankan etika komunikasi yang santun.

"Adanya kejadian itu, saya langsung menyampaikan kepada Pokdarwis-nya untuk meneruskan kepada seluruh petugas dalam melayani wisatawan, apapun yang terjadi, harus tetap ramah, mengarahkan, memberikan informasi yang terbaik," tegas Baihaqi saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Baihaqi menjelaskan bahwa pihak Pokdarwis telah memanggil dan menegur oknum petugas demi menjaga marwah Kayutangan Heritage sebagai destinasi unggulan di Kota Malang.

"Pokdarwis sudah menegur, sudah melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan," jelasnya.

Baginya, keramahan adalah harga mati dalam industri pariwisata, apalagi saat ini kunjungan ke Kota Malang sedang mengalami tren peningkatan signifikan pada momen libur panjang.

Pihaknya tidak ingin insiden serupa merembet ke kampung tematik lainnya yang juga sedang giat bersolek menarik wisatawan.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Disporapar akan terus melakukan pembinaan rutin kepada seluruh Pokdarwis di Kota Malang agar standar pelayanan tetap terjaga.

Baihaqi juga mengingatkan wisatawan bahwa tersedia saluran aduan berupa kotak saran di lokasi jika menemukan pelayanan yang kurang berkenan.

"Sudah dikumpulkan kepada semua petugas-petugas loket dan semuanya di dalam melayani wisatawan harus tetap ramah, berikan layanan yang terbaik, karena wisatawan itu adalah tamu, maka harus kita perlakukan sebaik mungkin," pungkasnya.

Seperti diberitakan, usai fenomena 'getok parkir', Wisata Kayutangan Heritage kembali jadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari wisatawan yang menilai pelayanan warga setempat terkesan ketus, ditambah sistem tiket masuk yang dinilai membingungkan.

Keluhan itu viral usai diunggah akun TikTok @dintdan dengan tajuk "Piye Tanggapanmu soal Tiket Masuk Kampung Kayutangan?". Hingga Senin (4/5/2026), unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 260 ribu kali.

Dalam carousel itu, pemilik akun bernama Dinta membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage. Warga setempat kerap meneriaki wisatawan, "tiketnya mana?" tanpa memberi pengertian yang jelas.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads