Atasi Banjir Surabaya Selatan, Pemkot Bangun Rumah Pompa & Storage Air

Atasi Banjir Surabaya Selatan, Pemkot Bangun Rumah Pompa & Storage Air

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 10:15 WIB
Salah satu rumah pompa di Surabaya
Ilustrasi. Salah satu rumah pompa di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pemkot Surabaya mengebut pembangunan rumah pompa, mengeruk drainase, dan membangun storage air atau tempat penyimpanan air tahun ini. Pembangunan itu akan difokuskan untuk mengatasi banjir di Surabaya Selatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penanganan banjir di wilayah selatan menjadi salah satu prioritas pemkot yang targetnya diharuskan tuntas pada tahun ini.

"Ini adalah pembangunan yang akan dilakukan di tahun 2026. Karena itu nanti target di tahun 2026 tidak ada lagi banjir," kata Eri, Selasa (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkot Surabaya akan membangun rumah pompa di beberapa titik strategis seperti kawasan Panjang Jiwo dan Medokan Semampir atau depan Gereja Bethany Nginden. Menurut Eri, lokasi itu menjadi langganan banjir.

"Jadi nanti kami akan bangun rumah pompa baru di Panjang Jiwo depan SPBU, satu lagi di depannya Gereja Bethany Nginden. Karena setiap tahun (depan) Gereja Bethany itu banjir. Jadi kami nanti akan bangun di sana di tahun ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Eri menekankan pemetaan aliran air menjadi kunci penting dalam penanganan banjir. Menurutnya, perubahan arah aliran, elevasi saluran, hingga posisi rumah pompa harus dihitung secara detail agar hasilnya optimal.

"Makanya tadi saya mengajak teman-teman (lurah, camat, dan kepala dinas) untuk memastikan dan memahami, bahwa aliran air seperti ini, ada yang kami balik aliran airnya, maka secara otomatis elevasinya harus tahu, terus rumah pompa-rumah pompanya di mana," jelasnya.

Ia optimistis titik-titik yang sudah menjadi fokus penanganan bisa bebas genangan pada November 2026. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek dalam penanganan genangan di wilayah Surabaya selatan.

"Insyaallah bulan November, kalau pun terjadi hujan, maka titik-titik yang kami datangi tadi tidak terjadi lagi genangan di sana. Jadi jangka pendeknya dikerjakan tahun ini. Karena nanti tahun depan tidak boleh lagi ada (banjir) wilayah di sini. Kami pindah wilayah lain," katanya.

Untuk kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan metode pembangunan dengan kondisi saluran. Apabila anggaran untuk box culvert belum memungkinkan, maka di tahap awal pemkot akan memilih metode Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).

Sementara di lokasi lain seperti saluran di Jalan Tenggilis Mejoyo atau depan Apartemen Metropolis menuju Panjang Jiwo, pelebaran tidak dimungkinkan karena terhalang jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Oleh karena itu, Pemkot Surabaya memilih membangun storage air di jalan sebagai solusi alternatif.

Ia menjelaskan, storage berfungsi membagi aliran air agar beban saluran irigasi tidak terlalu berat. Sebab, selama ini sebagian besar saluran di Surabaya berfungsi sebagai irigasi yang kini tak lagi cukup menampung debit air hujan akibat padatnya bangunan dan berkurangnya resapan.

"Ketika tidak bisa dibangun, maka kita buat storage baru yang ada di jalan," ujarnya.

Pengerjaan storage akan disesuaikan dengan kemampuan saluran yang ada. Jika masih bisa dilakukan pengerukan, maka opsi tersebut menjadi pilihan. Namun bila kapasitasnya tetap tidak cukup, storage akan dibangun untuk mengurangi beban aliran.

Menurutnya, perubahan fungsi lahan di Surabaya turut memperparah persoalan genangan. Saat ini, hampir seluruh aliran air hujan langsung masuk ke saluran irigasi karena resapan air semakin berkurang akibat padatnya permukiman.

"Jadi dulu Surabaya (bangunan masih) sepi, semua aliran air dimasukkan ke irigasi. Jadi ketika semua resapan itu (saat ini) habis dengan rumah, maka tidak ada resapan air, langsung masuk ke irigasi semua air hujan," pungkasnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads