Daftar Wilayah di Jatim yang Sudah Masuk Kemarau, Siap-siap Panas Ekstrem

Daftar Wilayah di Jatim yang Sudah Masuk Kemarau, Siap-siap Panas Ekstrem

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 01:00 WIB
Cuaca di wilayah Kabupaten Bekasi mulai terasa semakin terik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa daerah tersebut berpotensi menghadapi musim panas ekstrem dalam waktu dekat.
Ilustrasi cuaca panas kemarau. Foto: Pradita Utama/detikFoto
Surabaya -

Sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) mulai merasakan dampak musim kemarau lebih awal pada 2026, ditandai dengan suhu udara yang semakin panas dan kondisi cuaca yang lebih kering.

Kota Surabaya menjadi salah satu daerah yang paling terasa gerah, bahkan disebut mengalami fenomena urban heat island yang memperparah peningkatan suhu perkotaan.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Jatim memang mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026, dan akan terus meluas dalam beberapa bulan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jatim Mulai Masuk Musim Kemarau Lebih Awal

Menurut BMKG, musim kemarau 2026 di Indonesia, datang secara bertahap dan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah. Dalam laporan resmi BMKG, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

ADVERTISEMENT

Beberapa area yang terdampak lebih awal mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar D I Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.

Untuk Jawa Timur, beberapa wilayah diprediksi lebih cepat mengalami peralihan musim akibat pola curah hujan yang menurun lebih awal dibandingkan dengan daerah lainnya.

Surabaya Jadi Sorotan karena Urban Heat Island

Dilansir dari unggahan Instagram resmi @call112surabaya, suhu panas yang semakin terasa di Surabaya, bukan hanya dipengaruhi musim kemarau, tetapi juga efek urban heat island. Yaitu fenomena di mana suhu di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya.

Penyebabnya adalah permukaan beton, aspal, dan bangunan yang menyerap lebih banyak panas matahari dibandingkan dengan area yang memiliki vegetasi alami. Nah, fenomena ini semakin terasa kuat seiring pesatnya pembangunan dan berkurangnya ruang terbuka di Surabaya.

Dikutip dari postingan yang sama, berdasarkan data dan kajian yang diambil dari Fakultas Teknik Sipil ITS, Surabaya mengalami peningkatan suhu udara antara 1 sampai 3 derajat Celsius dalam satu dekade terakhir.

Perbedaan suhu antara kawasan padat bangunan dengan area yang masih memiliki ruang hijau bisa mencapai 1,4 derajat Celsius. Kawasan Surabaya Timur dan koridor utara-selatan kota menunjukkan intensitas panas yang lebih tinggi.

Untuk meminimalisir efeknya atau supaya efek gerahnya tak terlalu terasa, sebaiknya batasi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00-15.00 WIB saat suhu tinggi. Perbanyak minum air putih dan gunakan pakaian longgar berwarna terang saat beraktivitas.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengupayakan menggunakan transportasi umum untuk mengurangi panas kota, serta apabila mungkin tanamlah tanaman hijau di sekitar rumah agar lingkungan terasa lebih sejuk.

Prediksi Kemarau Jatim Dasarian I-III Mei 2026

Dilansir dari prakiraan musim Jatim yang dipublikasikan oleh BMKG Iklim Jawa Timur, dari 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, pada bulan Mei 2026 terdapat 43 ZOM yang diprediksi memasuki musim kemarau. Berikut rinciannya.

  1. Bangkalan: Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Kamal, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
  2. Banyuwangi: Wongsorejo.
  3. Blitar: Bakung, Doko, Gandusari, Garum, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wlingi, Wonodadi, dan Wonotirto.
  4. Bojonegoro: Bubulan, Gondang, Kedungadem, Ngambon, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, dan Temayang.
  5. Bondowoso: Binakal, Bondowoso, Curahdami, Grujugan, Jambesari, Maesan, Pakem, Pujer, Sukosari, Sumberwringin, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Tlogosari, Wonosari, dan Wringin.
  6. Gresik: Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Dukun, Kebomas, Kedamean, Menganti, Panceng, Sangkapura, Tambak, dan Wringinanom.
  7. Jember: Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumberjambe, Sumbersari, dan Tanggul.
  8. Jombang: Bandarkedungmulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, dan Peter.
  9. Kediri: Badas, Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen, Kepung, Kras, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, Purwoasri, Ringinrejo, Semen, Tarokan, dan Wates.
  10. Kota Batu: Batu, Bumiaji, dan Junrejo
  11. Kota Blitar: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
  12. Kota Kediri: Kota, Mojoroto dan Pesantren.
  13. Kota Madiun: Kartoharjo dan Manguharjo.
  14. Kota Malang: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
  15. Kota Mojokerto: Kranggan, Magersari, dan Prajuritkulon.
  16. Kota Surabaya: Asem Rowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
  17. Lamongan: Bluluk, Brondong, Deket, Kalitengah, Karangbinangun, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
  18. Lumajang: Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Padang, Randuagung, Ranuyoso, dan Sukodono.
  19. Madiun: Balerejo, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
  20. Magetan: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro.
  21. Malang: Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumbermanjing, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
  22. Mojokerto: Bangsal, Dawarblandong, Dlanggu, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pacet, Pungging, Puri, Sooko, Trawas, dan Trowulan.
  23. Nganjuk: Kertosono, Loceret, Ngetos, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Prambon, dan Sawahan.
  24. Ngawi: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
  25. Pacitan: Arjosari, Bandar, Nawangan, dan Tegalombo.
  26. Pamekasan: Batumarmar, Pakong, Pasean, Pegantenan, dan Waru.
  27. Pasuruan: Bangil, Beji, Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
  28. Ponorogo: Ngebel, Ngrayun, Pudak, Pulung, dan Sooko.
  29. Probolinggo: Bantaran, Banyuanyar, Gading, Krucil, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Sukapura, Sumber, Tegalsiwalan, Tiris, dan Wonomerto.
  30. Sampang: Jrengik, Karangpenang, Pangarengan, Robatal, Sokobanah, Sreseh, dan Tambelangan.
  31. Sidoarjo: Balongbendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
  32. Situbondo: Sumbermalang.
  33. Sumenep: Ambunten, Arjasa, Batuputih, Dasuk, Kangayan, Lenteng, Masalembu, Pasongsongan, Rubaru, dan Sapeken.
  34. Trenggalek: Bendungan, Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu.
  35. Tulungagung: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pakel, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggunggunung, dan Tulungagung.

Kapan Puncak Musim Kemarau di Jatim?

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa bagian tengah hingga timur, akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Artinya, kondisi panas ekstrem berpotensi semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan, terutama di daerah perkotaan dan wilayah minim tutupan hijau.

Durasi musim kemarau di Pulau Jawa diperkirakan berlangsung antara 11 hingga 30 dasarian atau 11-30 hari.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads