Pemerintah Siapkan CNG untuk Gantikan LPG 3 Kg, Apa Bedanya?

Pemerintah Siapkan CNG untuk Gantikan LPG 3 Kg, Apa Bedanya?

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 22:00 WIB
Gas LPG ukuran 3 kg.
Gas LPG ukuran 3 kg. Foto: Dok Pertamina Patra Niaga
Surabaya -

Rencana pemerintah menghadirkan gas CNG dalam tabung setara LPG 3 kg mulai ramai dibicarakan. Program ini disebut-sebut bisa menjadi alternatif baru pengganti LPG subsidi, sekaligus solusi untuk menekan impor energi yang selama ini membebani anggaran negara.

Dilansir dari detikFinance, Bahlil menyebutkan harga CNG bisa jauh lebih murah 30% daripada LPG. Lalu, apa sebenarnya CNG? kenapa mulai dilirik sebagai pengganti LPG 3 kg, dan apakah nantinya tetap akan disubsidi untuk masyarakat?

Apa Itu CNG?

Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi merupakan bahan bakar gas yang sebagian besar terdiri dari metana (CH4) dengan kadar lebih dari 95 persen. Gas ini dimampatkan pada tekanan tinggi, yakni lebih dari 200 bar, sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan untuk berbagai kebutuhan energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNG dikenal sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar fosil lainnya. Selain menghasilkan emisi yang lebih rendah, harga CNG cenderung lebih stabil. Karena itu, CNG banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan hingga mulai dilirik sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Mulai Uji CNG Pengganti LPG 3 Kg

Pemerintah berencana mengembangkan energi gas pengganti LPG bagi masyarakat. Hal tersebut merupakan pengembangan gas alam CNG dalam tabung 3 kg agar mudah digunakan masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan CNG sudah banyak digunakan di Indonesia. Namun, bentuknya masih dalam tabung besar 10-20 kg.

"Kita merumuskan untuk mencari alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah, CNG ini kan sudah dipakai hotel, restoran, MBG, sudah ada, tapi pada klasifikasi yang 20 kilogram ke atas, ada yang 10-10 kilogram ke atas," ujar Bahlil usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Untuk CNG dalam tabung 3 kg, Bahlil bilang sampai saat ini masih diuji coba karena tekanan CNG cukup besar untuk digunakan. Modifikasi CNG dalam tabung 3 kg akan rampung dalam dua atau tiga bulan ke depan.

"Nah, untuk yang 3 kg memang tabungnya masih dilakukan uji coba karena tekanannya kan besar sekali, dia sekitar 200 sampai 250 bar. Nah, ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi. Insyaallah 2-3 bulan ini kita akan dapat hasilnya," ujar Bahlil.

Kenapa CNG Mulai Dilirik sebagai Pengganti LPG?

Bahlil menjelaskan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg menjadi salah satu langkah untuk menekan impor LPG yang masih tinggi. Menurut Bahlil, negara harus mengeluarkan antara Rp 130 triliun-Rp 140 triliun untuk impor LPG tiap tahun.

"Bayangkan kita impor per tahun itu 8,6 juta ton untuk konsumsi. Saat bersamaan, devisa setiap tahun hanya untuk membeli LPG, sekitar Rp 130-140 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia seperti sekarang, itu pasti lebih besar lagi. Subsidi kita, itu Rp 80-87 triliun," ujarnya.

"Nah, tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari akal agar bahan baku yang ada di negara kita itu bisa dikonversi untuk mengganti LPG. Kira-kira begitu," sambungnya.

Apalagi, bahan baku CNG tersedia melimpah di dalam negeri. Pemerintah juga baru menemukan raksasa gas alam sekitar 3.000 MM di Kalimantan Timur, yang akan menambah pasokan CNG di Indonesia. Kemungkinan, hasil penemuan itu akan dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan dalam negeri.

Apakah CNG Akan Disubsidi?

Menurut Bahlil, untuk urusan subsidi, semua masih dikaji pemerintah. Pemberian subsidi ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat mendapatkan harga murah. Namun, kemungkinan opsi subsidinya bisa jadi diberikan dalam volume yang terbatas.

"Arahan bapak presiden, baik CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus dibantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat ya. Doakan seperti itu ya. Minimal sama (Harganya dengan LPG). Minimal sama," ujar Bahlil.

Yang jelas, Bahlil mengatakan CNG akan jauh lebih murah harganya daripada LPG, bahkan tanpa subsidi sekalipun. Harga CNG, menurutnya, bisa jauh lebih murah 30% daripada LPG.

"Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi, kita tidak melakukan impor. Cost transportasinya aja udah bisa meng-cover," kata Bahlil.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads