Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen pada Triwulan I Tahun 2026 mendapat apresiasi dari kalangan muda di Jawa Timur. Pertumbuhan tersebut tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Baijuri, yang merupakan mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai, pertumbuhan tersebut sebagai indikator kuatnya struktur ekonomi daerah.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya menggambarkan angka statistik semata, tetapi juga menunjukkan konsistensi kebijakan ekonomi daerah yang berjalan efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai bagian dari kalangan muda Jawa Timur, saya mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen ini. Ini menegaskan bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional dengan fondasi yang kuat," ujar Baijuri dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Lebih lanjut, keberhasilan Jawa Timur mencatat pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa tidak terlepas dari sinergi berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, hingga sektor jasa yang terus mengalami peningkatan signifikan.
Pria lulusan Magister Ekonomi ini menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam sektor ekonomi kreatif dan digital juga menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
"Generasi muda hari ini memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi baru, khususnya di sektor kreatif dan digital. Ini harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif," katanya.
Baijuri juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan manfaat. Pemerintah perlu memastikan bahwa capaian ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan anak muda," tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global ke depan masih cukup dinamis, sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.
"Kita tidak boleh cepat puas. Stabilitas ekonomi harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat dan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas," ujarnya.
Ia optimistis Jawa Timur mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif apabila kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat.
"Dengan potensi besar yang dimiliki, Jawa Timur dapat terus tumbuh sebagai pusat kekuatan ekonomi nasional," pungkasnya.
(auh/hil)