24 SPPG di Surabaya Berhenti Beroperasi akibat Dana Belum Cair

24 SPPG di Surabaya Berhenti Beroperasi akibat Dana Belum Cair

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 18:15 WIB
ScreenshotKepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Kota Surabaya Kusmayanti
Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Kota Surabaya Kusmayanti/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Operasional sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Surabaya berhenti sementara sejak Kamis (7/5/2026). Penghentian layanan makan bergizi gratis (MBG) itu diduga dipicu keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat.

Informasi tersebut beredar melalui pesan singkat yang menyebut sejumlah dapur MBG di Surabaya tidak dapat beroperasi sementara hingga dana cair.

"Selamat pagi rekan-rekan mau menginfokan bahwa sedang terjadi kendala diseluruh dapur di Surabaya bahwa dana dari pemerintah tidak cair nggih, mohon doa nya agar diminggu ini semoga dana cair direkening kami.. Krn jika belum cair maka kami terpaksa harus berhenti operasional dahulu sampai dana dari pusat cair 🙏🏻 Akan kami informasikan kembali, harap menjadi informasi dan support nya nggih matur nuwun.. @all," isi pesan beredar seperti yang dilihat detikJatim, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Kota Surabaya Kusmayanti membenarkan adanya kendala pencairan dana operasional. Namun, ia memastikan tidak seluruh SPPG di Surabaya berhenti beroperasi.

ADVERTISEMENT

"Dari seminggu ini sejak tanggal 27 hingga 29 April terdata memang ada 24 SPPG yang memang belum cair VA (virtual account). Ya, kan kalau tidak ada anggarannya berarti kan tidak bisa kita paksakan (pemberian MBG sejak kemarin)," kata Kusmayanti saat ditemui detikJatim di kantor KPPG Surabaya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Kusmayanti, keterlambatan pencairan dana diduga terjadi karena sebagian pihak SPPG terlambat menyerahkan laporan harian kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Akibatnya, proses pencairan virtual account menjadi terhambat.

"Silakan dicek lagi di Kamis dan Jumat ini apakah dana sudah masuk atau belum. Kalau misalnya ternyata itu sudah masuk, berarti permasalahannya adalah di ketidakdisiplinan dan ketidaktertiban SPPG dalam melakukan pelaporan harian," jelasnya.

Ia menambahkan, kendala serupa tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain di Jawa Timur seperti Bangkalan dan Mojokerto.

Meski demikian, KPPG Surabaya memastikan proses pencairan dana operasional masih berjalan. Pihaknya berharap dapur MBG dapat kembali beroperasi normal pada awal pekan depan.

"Sejak hari kemarin Kamis sama Jumat ini (24 SPPG tidak beroperasional). Harapannya hari Senin sudah bisa lagi operasional. Permohonan maaf kepada para pendidik manfaat atas keterkendalaan dalam proses layanan MBG ini," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads