Wanita Tulungagung Tewas Tergorok Dipastikan Bunuh Diri karena Dibully

Wanita Tulungagung Tewas Tergorok Dipastikan Bunuh Diri karena Dibully

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 19:15 WIB
Jenazah wanita bunuh diri di Tulungagung dievakuasi.
Jenazah wanita bunuh diri di Tulungagung dievakuasi. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Satreskrim Polres Tulungagung memastikan kematian seorang wanita di Gedangsewu dengan kondisi luka gorok di bagian leher bukan akibat pidana pembunuhan. Korban diduga kuat bunuh diri akibat perundungan atau bullying.

Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba mengatakan dari hasil penyelidikan dengan empat kali gelar perkara pihaknya tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan awal adanya tindak pidana pembunuhan tidak terbukti. Hasil pemeriksaan terhadap pakaian dan barang yang digunakan korban tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seperti bercak darah yang mengindikasikan perlawanan," kata Iptu Andi, Sabtu (9/5/2026).

Polisi juga tidak menemukan adanya konflik yang biasanya menyertai pidana pembunuhan, seperti harta, tahta maupun asmara. Seluruh harta yang dimiliki korban dalam kondisi utuh.

ADVERTISEMENT

"Bahkan uang pinjaman senilai Rp16 juta juga masih ada di kamar. Kemudian dari pemeriksaan tidak kami temukan konflik rumah tangga antara korban dengan anak maupun menantunya," jelasnya.

Pemeriksaan sejumlah saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian, terutama anak dan menantu tidak ditemukan kejanggalan. Dari beberapa kali pemeriksaan, para saksi menjawab seluruh pertanyaan penyidik secara konsisten.

"Sehingga kami menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia karena bunuh diri," jelasnnya.

Polisi mengungkap sejumlah faktor yang menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya. Salah satunya terkait dugaan perundungan dari lingkungan kerja korban.

"Kami menemukan adanya faktor tekanan psikologis yang dialami korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga mengalami bullying di lingkungan pasar tempat ia berjualan, berupa tuduhan mencuri," ujar Andi.

Kondisi itu diperparah dengan kondisi kesehatan korban yang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Bahkan beberapa hari sebelum ditemukan tewas, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat sakit tipus.

"Korban mengalami psikosomatis yaitu keluhan suatu penyakit seperti nyeri lambung, sesak atau sakit kepala yang dipicu dan diperparah faktor psikologis seperti kecemasan, depresi maupun stres," jelasnya.

Kesaksian adanya perundungan ini juga dikuatkan oleh keterangan keluarga yang sempat mendapatkan keluhan dari korban.

Sebelumnya, Rabu (15/4/2026) korban S (64) warga Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya dengan kondisi bersimbah darah. Dari autopsi ditemukan luka gorok pada bagian leher hingga memutus pembuluh darah.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads