Panas Ekstrem di Jatim Bisa Picu Heatstroke, Ini Gejala dan Pencegahannya

Panas Ekstrem di Jatim Bisa Picu Heatstroke, Ini Gejala dan Pencegahannya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Cuaca Akhir-akhir Ini Panas Sekali
Foto: freepik/Magnific
Surabaya -

Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur kini bukan sekadar bikin gerah. Saat suhu harian menembus 34 derajat Celsius bahkan lebih, risiko heatstroke atau serangan panas meningkat tajam terutama bagi pekerja luar ruangan seperti buruh proyek, petani, pengemudi, kurir, hingga pedagang kaki lima.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini bukan panas biasa. Paparan suhu tinggi berkepanjangan dapat memicu gangguan serius hingga kematian jika tubuh gagal mengatur suhu internal. Karena itu, memahami gejala heatstroke dan langkah pencegahannya jadi penting sebelum aktivitas luar ruangan berubah jadi ancaman kesehatan.

Mengapa Suhu di Jatim Bisa Sangat Panas?

Sejumlah wilayah di Jawa Timur, khususnya Surabaya sedang diintai panas yang menyengat. Jadi, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari unggahan Instagram resmi @call112surabaya, suhu panas yang semakin terasa di Surabaya adalah efek urban heat island dan masuknya musim kemarau.

Urban heat island ini adalah fenomena di mana suhu di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Penyebabnya adalah permukaan beton, aspal, dan bangunan yang menyerap lebih banyak panas matahari dibandingkan dengan area yang memiliki vegetasi alami.

ADVERTISEMENT

Panas yang menyengat ini semakin terasa kuat seiring pesatnya pembangunan dan berkurangnya ruang terbuka di Surabaya.

Dikutip dari postingan yang sama, berdasarkan data dan kajian yang diambil dari Fakultas Teknik Sipil ITS, Surabaya mengalami peningkatan suhu udara antara 1 sampai 3 derajat Celsius dalam satu dekade terakhir.

Perbedaan suhu antara kawasan padat bangunan dengan area yang masih memiliki ruang hijau bisa mencapai 1,4 derajat Celsius. Kawasan Surabaya Timur dan koridor utara-selatan kota menunjukkan intensitas panas yang lebih tinggi.

Waspadai Heat Stroke dan Tanda-Tandanya

Dilansir dari detikEdu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko paparan panas ekstrem ini. Salah satu dampak dari cuaca panas menyengat adalah heatstroke.

Menurut laman Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, heatstroke adalah kondisi cedera panas yang dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda heatstroke pada umumnya meliputi:

  • Peningkatan suhu tubuh hingga di atas 4,5 derajat Celcius
  • Delirium atau kebingungan
  • Gangguan nafas
  • Peningkatan irama jantung dan muncul rasa berdebar
  • Penurunan tekanan darah atau hipotensi.

Tanda-tanda heatstroke yang mengancam jiwa bisa terjadi pada proses perdarahan, seperti mimisan, perdarahan dari pembuluh vena, luka memar, bengkak paru, dan adanya tanda-tanda gagal ginjal akut.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Hindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada titik tertinggi.
  • Gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat harus beraktivitas di luar ruangan.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan ringan.
  • Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh.
  • Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Apa Saja Komplikasi Heatstroke?

Merangkum informasi dari laman Primaya Hospital, heatstroke yang tidak segera ditangani dapat memicu berbagai komplikasi serius, di antaranya adalah:

  • Gagal ginjal akut atau kerusakan fungsi ginjal secara mendadak.
  • Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis.
  • Rhabdomyolisis atau kerusakan jaringan otot rangka yang melepaskan isi se otot ke dalam darah.
  • Kegagalan fungsi vital tubuh seperti jantung, hati, hingga otak bersamaan
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau penumpukan cairan di alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru, yang mengakibatkan sesak nafas berat.
  • Koagulasi intravaskuler diseminate atau kondisi di mana terjadinya bekuan darah kecil di seluruh aliran darah.

Pertolongan Pertama Jika Mengalami Heatstroke

Jika seseorang menunjukkan gejala heatstroke, segera pindahkan ke tempat teduh. Longgarkan pakaian dan kompres tubuh dengan air dingin. Berikan cairan jika sadar dan segera hubungi tenaga medis. Jangan menunggu kondisi memburuk.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads