Kisah Fardhan, CJH Termuda Embarkasi Surabaya Banyak Dititipi Doa Teman

Kisah Fardhan, CJH Termuda Embarkasi Surabaya Banyak Dititipi Doa Teman

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 23:00 WIB
Fardhan Aruna Syafazani Wibowo CJH asal Bali jadi yang termuda di Embarkasi Surabaya
Fardhan Aruna Syafazani Wibowo CJH asal Bali jadi yang termuda di Embarkasi Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Mayoritas jemaah haji didominasi oleh kelompok usia dewasa hingga lansia. Namun, pemandangan berbeda terlihat pada sosok Fardhan Aruna Syafazani Wibowo.

Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, remaja asal Bali ini bersiap berangkat ke Baitullah. Ia pun dinobatkan sebagai haji termuda di Embarkasi Surabaya.

Fardhan tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu (9/5) bersama sang ibu, Siska Aprilia (41). Kehadiran jemaah termuda di Embarkasi Surabaya ini disambut hangat oleh sejumlah pejabat Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Meski tampak malu-malu saat disapa, raut keteguhan terpancar dari wajahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberangkatan Fardhan tahun ini merupakan amanah besar. Ia berangkat menggantikan almarhum ayahnya yang wafat akibat penyakit kanker pada tahun 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

"Saya bilang, 'Kak, mama berangkat tahun ini. (Porsi) ayah bisa dialihkan ke kamu, kamu gimana?' Dia langsung terharu," kenang Siska saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Minggu (10/5/2026).

Di balik usia mudanya, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini memiliki tekad yang luar biasa. Fardhan bercita-cita menjadi seorang Hafiz Quran. Saat ini, ia telah berhasil menghafal hingga 8 juz dan optimis dapat menuntaskan hafalan 30 juz sekembalinya dari Tanah Suci.

Demi menunaikan rukun Islam kelima, Fardhan harus izin meninggalkan sekolah selama satu bulan. Ia bahkan rela mengebut pengerjaan ujian-ujian sekolah lebih awal agar bisa mendampingi ibunya dengan tenang.

Membawa Buku Doa dari Teman Sekelas

Ada cerita unik saat Fardhan berpamitan kepada teman-teman sekolahnya. Bukannya sekadar bersalaman, teman-temannya justru menitipkan satu buku penuh berisi tulisan doa untuk dibacakan di depan Kakbah.

"Mereka menulis titipan doa, diputar satu buku itu berkeliling di kelas. (Teman-temannya bilang) 'Nitip ya, nitip ya'," cerita Siska. Kini, buku tersebut telah tersimpan rapi di dalam koper, siap diterbangkan ke Makkah.

Fardhan dan ibunya yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 71 dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada hari ini, Minggu (10/5/2026).

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam, menitipkan pesan khusus kepada Fardhan agar selalu menjaga dan mendampingi ibunya selama menjalankan ibadah. Beliau juga berharap keberangkatan ini menjadi ladang pahala bagi mendiang ayahnya.

"Semoga keberangkatannya bisa menjadi wasilah (perantara) untuk orang tuanya, sehingga bisa menjadi yang terbaik," pungkas Anam.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads