Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 2,3 M untuk Revitalisasi Pasar Tradisional

Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 2,3 M untuk Revitalisasi Pasar Tradisional

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 09:15 WIB
Bupati Subandi saat audiensi dengan koordinator dan pengelola pasar tradisional
Bupati Subandi saat audiensi dengan koordinator dan pengelola pasar tradisional (Foto: Dok. Istimewa)
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo Subandi membahas revitalisasi pasar tradisional bersama koordinator dan pengelola pasar. Banyaknya kios kosong hingga persaingan dengan pasar modern menjadi sorotan.

Pengelola pasar menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi di lapangan. Seperti anggaran Rp 2,3 miliar yang telah dialokasikan untuk Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan paving, los basah, hingga perbaikan pagar pasar.

Di Pasar Sukodono, paving depan pasar juga akan ditinggikan untuk mengatasi banjir saat musim hujan. Sementara itu, Pasar Krian masih menghadapi persoalan tempat penampungan pascakebakaran dan saluran air yang kerap tersumbat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator pasar juga melaporkan kondisi Pasar Porong yang kini telah dilengkapi kanopi. Namun masih ada persoalan retribusi parkir, jalan rusak, dan drainase tersumbat.

ADVERTISEMENT

Sedangkan tingkat okupansi kios konveksi di lantai dua Pasar Wadungasri disebut hanya sekitar 10% akibat maraknya penjualan online dan keberadaan toko modern.

Lebih lanjut, target retribusi pasar tahun 2024 disebut tercapai, namun target tahun 2025 belum terpenuhi.

Subandi pun mengajak seluruh pihak bersinergi melakukan revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing di tengah maraknya pasar modern.

"Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini," kata Subandi, Senin (11/5/2026).

Ia juga mendorong penerapan sistem retribusi non-tunai yang nantinya dikawal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga akan menyiapkan dashboard pendataan pasar tradisional beserta jumlah kios dan lapak pedagang. Menurutnya, kepala pasar turut dituntut mampu berinovasi agar kondisi pasar semakin nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

"Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman," tuturnya.

Apalagi saat ini pasar juga bersaing dengan toko modern hingga toko online.

"Bila perlu disediakan jaringan WiFi gratis agar transaksi jual beli bisa dilakukan secara online," ungkapnya.

Pemkab Sidoarjo pun menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pemetaan dan kajian terkait perbaikan sarana dan prasarana pasar yang dinilai tidak memadai.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads