Cuaca di tanah suci lagi nggak main-main, detikers! Memasuki awal Mei 2026, suhu udara di Makkah dilaporkan menembus angka 43 derajat Celsius. Gelombang panas ini menjadi tantangan berat bagi jemaah haji yang sedang bersiap menuju puncak ibadah.
Buat detikers atau keluarga yang sedang berada di sana, kondisi ini jangan disepelekan. Cuaca ekstrem dapat memicu kelelahan berat, dehidrasi, hingga heatstroke saat menjalankan rangkaian ibadah haji di luar ruangan.
Dilansir dari MUI, berdasarkan pantauan petugas haji, kasus kelelahan paling sering terjadi pada rentang pukul 10.00 hingga menjelang siang ketika suhu mulai mencapai titik tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal pekan lalu, suhu udara di Makkah tercatat berada di atas 36 derajat Celsius, dan sempat menyentuh 42 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi pun diperkirakan masih akan berlangsung selama musim haji 2026.
Tips Ibadah di Tengah Suhu Ekstrem Makkah
Berdasarkan imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, jemaah diminta tidak memaksakan diri saat menjalankan ibadah di tengah cuaca panas ekstrem. Jemaah disarankan mengatur waktu ibadah agar tidak terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.
- Jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram pada waktu subuh, pagi hari, atau malam hari ketika suhu udara lebih rendah.
- Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada pukul 11.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi karena suhu berada pada titik tertinggi.
- Bagi jemaah lanjut usia maupun yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), disarankan membatasi aktivitas di luar hotel jika kondisi tubuh tidak fit.
- Selain mengatur jadwal ibadah, jemaah juga diminta menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi maupun heatstroke.
- Udara di Makkah cenderung panas dan kering. Karena itu, jemaah dianjurkan minum air putih sesering mungkin meski belum merasa haus.
- Payung, kacamata hitam, masker, hingga pelembap kulit bisa membantu mengurangi dampak paparan panas ekstrem.
- Jemaah juga bisa memantau prakiraan cuaca secara berkala melalui aplikasi cuaca untuk mengetahui suhu dan indeks UV harian di Makkah.
Pemerintah juga telah menyiagakan tim medis di berbagai titik untuk membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem. Jika merasa pusing, mual, lemas berlebihan, atau menunjukkan gejala dehidrasi dan heatstroke, jemaah diminta segera melapor kepada petugas haji terdekat.
Di tengah suhu Makkah yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, jemaah diimbau menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan. Semoga seluruh rangkaian ibadah haji 2026 berjalan lancar, dan para jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta meraih predikat haji mabrur.
(irb/dpe)