Tetangga Masriah Kembali Diteror Oli-Sampah Basi Tak Berani Lapor Polisi

Tetangga Masriah Kembali Diteror Oli-Sampah Basi Tak Berani Lapor Polisi

Suparno - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 17:45 WIB
Wiwik saat dipanggil Satpol PP menjadi saksi aksi Masriah buang tinja ke rumah tetangga
Wiwik, tetangga Masriah yang kembali mendapatkan teror dari tetangganya tersebut. (Foto: dok. Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Masriah yang disebut sempat menghilang sejak sidang kedua Tipiring kembali ke rumahnya dan lagi-lagi meneror tetangganya, Wiwik. Meski merasa terganggu, Wiwik mengaku belum melaporkan Masriah ini ke polisi.

Kali ini, setelah Masriah kembali ke rumahnya, perempuan warga Jogosatru, Sukodono itu kembali membuang sampah yang memunculkan bau di depan rumah Wiwik. Dia membuang sisa oli dan sampah makanan yang sudah basi di jalanan depan rumah Wiwik.

Wiwik mengaku terganggu karena setiap kali keluar rumah dia harus membersihkan jalanan yang terdapat oli dan sampah makanan basi. Meski terganggu, Wiwik mengaku tidak berani melapor ke polisi. Dia hanya menyampaikan keluhan atas perbuatan Masriah ini kepada pengurus RT dan RW setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak berani lapor polisi. Sudah saya sampaikan ke RT sama RW saja," jelasnya.

Wiwik berharap persoalan yang sudah lama terjadi itu bisa segera selesai. Ia mengaku hanya bisa berserah diri dan berharap ada jalan terbaik bagi keluarganya.

ADVERTISEMENT

"Saya serahkan sama Allah, semoga ada jalan terbaik buat keluarga saya," pungkasnya.

Masriah, yang sempat viral karena kasus penyiraman tinja dan air kencing ke rumah tetangga kembali berulah padahal sudah sempat dipenjara selama 1 bulan pada Juni 2023.

Setelah bebas, Masriah kembali terseret kasus baru usai diduga membuang sampah dan material serta menghalangi renovasi rumah Wiwik. Pada 31 Oktober 2023, Masriah kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Wiwik menyebutkan gangguan dari Masriah kembali terjadi. Kali ini dia menceritakan lagi bahwa Masriah kerap melemparkan sampah basi dan cairan oli di tengah jalan, tepatnya di depan pintu rumahnya.

"Sering dibuang sampah sama cairan seperti oli di depan rumah saya. Jadi jalan depan rumah kotor," ujar Wiwik kepada detikJatim, Senin (11/5/2026).

Bukan cuma itu saja, Wiwik yang sering melintasi jalan di depan rumah Masriah yang merupakan akses utama menuju rumahnya juga mengaku kerap dikagetkan suara benturan keras dari pagar besi rumah Masriah.

"Kadang pagar besinya dipukul benda keras, suaranya keras sekali sampai saya kaget," katanya.

Di lain waktu, Wiwik mengaku pernah terkena siraman air saat melintas di depan rumah Masriah. Dia sendiri mengaku tidak tahu apakah itu disengaja atau tidak, tapi gangguan itu cukup sering dia alami saat lewat di depan rumah Masriah.

"Pernah waktu lewat depan rumahnya, tiba-tiba ada air kena kepala saya," ungkapnya.

Karena itulah Wiwik mengaku dirinya kembali memilih menghindari jalan di depan rumah Masriah. Dia kembali berjalan memutar lewat jalan lain yang sempit dan bukan akses umum demi menghindari rumah Masriah.

"Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman," tuturnya.

Perseteruan antara Masriah dengan Wiwik ini pernah jadi sorotan publik pada 2023. Masriah sudah sempat menjalani hukuman kurungan penjara 1 bulan akibat perbuatannya menyiramkan tinja dan air kencing ke rumah Wiwik terekam CCTV dan viral di media sosial.

Setelah bebas, Masriah kembali terseret persoalan hukum karena diduga menghalangi renovasi rumah dan membuang material bangunan di sekitar rumah Wiwik. Hingga akhirnya Oktober 2023 Masriah kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, saat itu Masriah sempat mangkir dari persidangan. Pihak instansi erkait gagal menghadirkan Masriah ke sidang kedua. Mereka bahkan tidak tahu di mana keberadaan Masriah sehingga kasus tipiring itu gagal diteruskan dalam persidangan.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads