Drama antartetangga paling fenomenal di Sidoarjo masuk babak baru. Masriah, perempuan yang pernah dipenjara karena menyiram tinja ke rumah tetangga dan sempat menghilang saat kasus yang sama kembali menjerat untuk kedua kalinya kini sudah pulang. Dia kembali meneror keluarga Wiwik, tetangga yang seolah telah menjadi musuh bebuyutan baginya.
Masriah kini meneror keluarga Wiwik dengan membuang oli bekas dan sampah makanan yang sudah basi di jalanan depan rumah Wiwik. Tidak hanya itu, saat Wiwik melintas di jalan depan rumah Masriah, yang merupakan jalur utama ke rumahnya, dia juga diteror bunyi keras dan siraman air sehingga memilih mengalah dan memutar melalui jalur tikus.
Menantu Wiwik, Mas'ud, menyebut aroma menyengat kembali mengepung rumah mertuanya akibat limbah yang diduga sengaja dibuang oleh Masriah di jalanan depan rumahnya. Oli yang licin dan bau sampah makanan basi itu sangat mengganggu keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu yang dibuang tinja dan air kencing, sekarang oli sama sampah yang sudah basi dibuang di depan pintu rumah ibu mertua saya," kata Mas'ud, Senin (11/5/2026).
Gangguan Masriah ternyata tidak hanya berhenti pada masalah sampah dan limbah cair. Wiwik mengaku kerap dikagetkan oleh suara benturan keras dari rumah Masriah saat ia melintas di akses utama. Tak jarang, ia tiba-tiba terkena siraman air tanpa alasan jelas yang memicu ketakutan tersendiri.
"Kadang pagar besinya dipukul benda keras, suaranya keras sekali sampai saya kaget. Pernah waktu lewat depan rumahnya, tiba-tiba ada air kena kepala saya," ungkap Wiwik dengan nada getir.
Kelelahan mental akibat konflik bertahun-tahun ini membuat Wiwik enggan berkonfrontasi lebih jauh. Meski jalan di depan rumah Masriah adalah akses tercepat, ia kini rela memutar lewat gang sempit yang bukan akses umum agar tidak perlu lagi berpapasan dengan tetangganya itu.
"Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman," tuturnya.
Meski kembali diteror secara fisik maupun psikis, Wiwik secara mengejutkan mengaku tidak berani melapor lagi ke pihak kepolisian. Ia hanya mengadukan hal ini ke pengurus RT/RW dan memilih berserah diri atas konflik yang seolah tanpa akhir ini.
"Saya tidak berani lapor polisi. Sudah saya sampaikan ke RT sama RW saja. Saya serahkan sama Allah, semoga ada jalan terbaik buat keluarga saya," pungkas Wiwik.
Di sisi lain, Kasatpol PP Sidoarjo Yani Setyawan menegaskan pihaknya siap bertindak tegas jika ada aduan masuk. Petugas membutuhkan dasar hukum berupa laporan resmi agar aksi Masriah yang berulang ini bisa segera diproses sesuai aturan ketertiban umum.
"Kalau memang ada kejadian seperti itu, silakan segera lapor ke Call Center 112. Nanti petugas akan kami tindak lanjuti. Saya memang dikabari anaknya Bu Wiwik kalau yang bersangkutan diduga berulah lagi. Tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi," tegas Yani.
(irb/dpe)
