5 Fakta Teror Baru Masriah: Buang Oli-Sampah Basi hingga Wiwik Berserah

5 Fakta Teror Baru Masriah: Buang Oli-Sampah Basi hingga Wiwik Berserah

Denza Perdana - detikJatim
Selasa, 12 Mei 2026 10:15 WIB
Masriah yang sempat viral karena perilaku meresahkan kini kembali berulah dengan menyiram oli bekas dan menaruh makanan basi di depan pintu tetangganya
Gerbang rumah Wiwik, tetangga Masriah yang sempat diteror air kencing dan tinja. Kini Masriah sudah pulang dan diduga kembali meneror dengan oli dan sampah makanan basi. (Foto: Suparno/ detikjatim)
Sidoarjo -

Masriah, warga Desa Jogosatru, Sukodono, Sidoarjo, kembali menjadi perbincangan karena disebut kembali mengulang aksi teror terhadap tetangganya, Wiwik. Masriah adalah emak-emak yang pernah viral di 2023 karena menyiram kencing dan tinja di pintu gerbang rumah tetangganya.

Emak-emak itu sudah pernah dipenjara 1 bulan hasil sidang tipiring setelah ditindaklanjuti oleh Satpol PP Sidoarjo. Tapi Masriah tetap kembali berulah setelah bebas dari tahanan dan kembali melakukan teror kepada Wiwik, tetangganya. Dia kembali menjadi tersangka dan kasus tindak pidana ringan itu kembali disidangkan.

Sayangnya, pada sidang kedua tipiring tersebut, Masriah tiba-tiba tidak bisa ditemukan. Dia pergi dari rumah tersebut sehingga perkara hubungan tetangga yang tergolong kasus pelanggaran ketenteraman dan ketertiban umum itu menguap begitu saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Masriah kembali. Simak sejumlah fakta-fakta terbaru ulah emak-emak residivis itu itu terhadap tetangganya.

Fakta-fakta Kembalinya Masriah Teror Tetangga

1. Modus Berubah Menjadi Oli dan Sampah Basi

Jika sebelumnya Masriah menggunakan kotoran manusia, kini ia beralih menggunakan limbah mesin dan sampah dapur yang telah membusuk untuk mengotori depan rumah Wiwik.

ADVERTISEMENT

"Kalau dulu yang dibuang tinja dan air kencing, sekarang oli sama sampah yang sudah basi dibuang di depan pintu rumah ibu mertua saya," ujar menantu Wiwik, Mas'ud, Senin (11/5/2026).

2. Intimidasi Suara dan Siraman Air Misterius

Selain limbah, Wiwik mengaku kerap mengalami intimidasi fisik dan suara saat melintas di depan kediaman Masriah. Gangguan ini menciptakan ketakutan tersendiri bagi korban setiap kali harus keluar rumah.

"Kadang pagar besinya dipukul benda keras, suaranya keras sekali sampai saya kaget. Pernah waktu lewat depan rumahnya, tiba-tiba ada air kena kepala saya," ungkap Wiwik.

3. Korban Pilih 'Jalan Tikus' demi Menghindar

Akibat tekanan psikis yang terus-menerus, Wiwik kini enggan melewati akses jalan utama di depan rumah Masriah. Ia memilih jalur memutar yang lebih sulit demi menjaga keamanan dirinya.

"Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman," tutur Wiwik.

4. Wiwik Enggan Lapor Polisi karena Takut

Meski kembali menjadi sasaran teror, Wiwik mengaku tidak berani membawa persoalan ini ke ranah hukum. Saat ini, ia hanya berserah diri dan sebatas melaporkan kejadian kepada pengurus lingkungan setempat.

"Saya tidak berani lapor polisi. Sudah saya sampaikan ke RT sama RW saja. Saya serahkan sama Allah, semoga ada jalan terbaik buat keluarga saya," jelasnya.

5. Satpol PP Butuh Laporan Resmi untuk Menindak

Pihak Satpol PP Sidoarjo menegaskan bahwa penindakan terhadap Masriah hanya bisa dilakukan jika sudah ada laporan formal dari pihak korban sebagai dasar hukum petugas di lapangan.

"Kalau memang ada kejadian seperti itu, silakan segera lapor ke Call Center 112. Nanti petugas akan kami tindak lanjuti. Saya memang dikabari anaknya Bu Wiwik kalau yang bersangkutan diduga berulah lagi. Tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi," tegas Kasatpol PP Sidoarjo, Yani Setyawan.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads