Sejumlah siswa masih menjalani rawat inap usai keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). Sementara sebagian besar siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Kasus keracunan massal ini menimpa 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh.
"Yang dirawat tinggal tiga (siswa usai keracunan MBG)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dr Billy Daniel Messakh kepada detikJatim, Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dr Billy belum merinci asal sekolah maupun kondisi detail tiga siswa yang masih menjalani perawatan tersebut. Keluhan yang dialami hingga harus menjalani rawat inap juga belum disampaikan lebih lanjut.
Keracunan massal itu diduga dipicu menu daging olahan dari SPPG Kota Surabaya Bubutan Tembok Dukuh. Menu krengsengan daging yang disajikan dalam paket MBG disebut memicu gejala pusing, mual, hingga muntah pada ratusan siswa usai dikonsumsi.
Dalam satu paket ompreng MBG, terdapat nasi, sayur wortel dan buncis, tahu goreng, daging krengsengan, serta empat potong jeruk. Namun, menu daging menjadi keluhan utama para siswa penerima MBG.
Pihak SPPG sebelumnya telah meminta maaf atas insiden tersebut. Sampel makanan juga telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, pihak SPPG menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut, termasuk menanggung biaya perawatan siswa yang terdampak keracunan.
Saat ini, dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh juga menghentikan sementara operasional sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya drg Tyas Pranadani menyebut sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengalami keracunan usai menyantap MBG yang diduga berasal dari menu daging.
"Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa, total ada sekitar 12 sekolah di dapur yang sama. Hampir semua sudah kami tangani. Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random," pungkasnya.
(esw/hil)
